Pelabuhan Patimban Kurangi Beban Tanjung Priok
Gambar atau konten salah?
Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, memegang peranan penting dalam sistem logistik nasional. Pelabuhan ini dibangun dengan tujuan utama mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah sangat padat di Jakarta.
Fuad Rizal, CEO PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI), menjelaskan bahwa pemerintah membangun pelabuhan ini untuk melengkapi fungsi Tanjung Priok. "Jadi tujuan Pelabuhan Patimban ini dibuat oleh pemerintah sebenarnya untuk mengkomplementer Pelabuhan Tanjung Priok yang memang sudah sangat padat. Jadi, dengan adanya Pelabuhan Patimban juga akan menjadi penyangga untuk pertumbuhan ekonomi ke depannya," kata Fuad dalam temu media di kawasan Pelabuhan Patimban, Subang, Kamis 09 Juli 2026.
Kehadiran pelabuhan ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan industri di Jawa Barat hingga Jawa Tengah. Saat ini, terminal kendaraan di Pelabuhan Patimban memiliki kapasitas 218 ribu unit kendaraan per tahun. Sementara terminal peti kemas memiliki kapasitas terpasang 525 ribu TEUs.
"Nah, kapasitas yang sudah kami terima, diserahterimakan saat ini dari Kementerian Perhubungan, untuk terminal kendaraan itu sebesar 218.000 kendaraan per tahun. Kemudian untuk terminal peti gemas, kapasitas terpasangnya saat ini 525.000 TEUs," tuturnya.
Dalam operasionalnya, PPI menggandeng dua mitra. Patimban International Car Terminal (PICT) mengelola terminal kendaraan, sedangkan terminal peti kemas dikelola bersama Patimban Global Terminal (PGT). Fuad menambahkan, PPI sudah berdiksusi dengan PGT terkait rencana membuka rute langsung ke Eropa dan AS.
"PCT sendiri terdiri dari Toyota Tsusho, Toyufuji, NYK, dan Kamigumi. Ekspor mobil dari Indonesia itu kira-kira 70-75% adalah dari Toyota dan Daihatsu. Sehingga sangat logis sekali bagi kami untuk bekerja sama dengan PCT sehingga pertumbuhan volume kendaraan di Pelabuhan Patimban terbukti menjadi sangat besar sekali," beber Fuad.
Berkat kerja sama itu, sejak mulai beroperasi pada 2022, terminal kendaraan Patimban konsisten melayani bongkar muat lebih dari 200 ribu kendaraan setiap tahun. Sementara itu, PGT didukung Toyota Tsusho, Mediterranean Shipping Company (MSC) melalui Africa Global Logistics, serta Samudera Indonesia.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia, Takeda Sachiko mengatakan pembangunan Pelabuhan Patimban merupakan bagian dari upaya mengatasi kepadatan logistik di sekitar Jakarta sekaligus memperkuat jaringan ekspor kawasan industri di Jawa Barat.
Banyak perusahaan Jepang yang beroperasi di kawasan tersebut membutuhkan pelabuhan dengan akses logistik yang lebih efisien. Menurut Takeda, Pelabuhan Patimban juga menjadi salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mendorong pertumbuhan kawasan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati).
"Patimban menjadi pusat di sebelah timur laut Jawa Barat, Rebana, ini menjadi sasaran pembangunan. Dengan adanya Patimban maka daerah Rebana akan berkembang dan akan muncul pekerjaan-pekerjaan yang bisa membangun wilayah Jawa Barat bagian timur laut," sebut Takeda.
JICA sendiri tercatat memberikan pinjaman untuk proyek tersebut. Badan kerja sama internasional Jepang itu memberikan total pinjaman 272,5 miliar yen atau sekitar Rp 30,58 triliun (kurs Rp 111) ke proyek Patimban.
Dalam operasionalnya, PPI menggandeng dua mitra. Patimban International Car Terminal (PICT) mengelola terminal kendaraan, sedangkan terminal peti kemas dikelola bersama Patimban Global Terminal (PGT). Fuad menambahkan, PPI sudah berdiksusi dengan PGT terkait rencana membuka rute langsung ke Eropa dan AS.
"PCT sendiri terdiri dari Toyota Tsusho, Toyufuji, NYK, dan Kamigumi. Ekspor mobil dari Indonesia itu kira-kira 70-75% adalah dari Toyota dan Daihatsu. Sehingga sangat logis sekali bagi kami untuk bekerja sama dengan PCT sehingga pertumbuhan volume kendaraan di Pelabuhan Patimban terbukti menjadi sangat besar sekali," beber Fuad.
Sejak mulai beroperasi pada 2022, terminal kendaraan Patimban konsisten melayani bongkar muat lebih dari 200 ribu kendaraan setiap tahun. Sementara itu, PGT didukung Toyota Tsusho, Mediterranean Shipping Company (MSC) melalui Africa Global Logistics, serta Samudera Indonesia.
Takeda Sachiko, Kepala Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia, mengatakan pembangunan Pelabuhan Patimban merupakan bagian dari upaya mengatasi kepadatan logistik di sekitar Jakarta sekaligus memperkuat jaringan ekspor kawasan industri di Jawa Barat. Banyak perusahaan Jepang yang beroperasi di kawasan tersebut membutuhkan pelabuhan dengan akses logistik yang lebih efisien.
Menurut Takeda, Pelabuhan Patimban juga menjadi salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mendorong pertumbuhan kawasan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati). "Patimban menjadi pusat di sebelah timur laut Jawa Barat, Rebana, ini menjadi sasaran pembangunan. Dengan adanya Patimban maka daerah Rebana akan berkembang dan akan muncul pekerjaan-pekerjaan yang bisa membangun wilayah Jawa Barat bagian timur laut," sebut Takeda.
JICA sendiri tercatat memberikan pinjaman untuk proyek tersebut. Badan kerja sama internasional Jepang itu memberikan total pinjaman 272,5 miliar yen atau sekitar Rp 30,58 triliun (kurs Rp 111) ke proyek Patimban.
Pelabuhan Patimban bukan sekadar pelabuhan baru. Ia adalah respons terhadap kemacetan logistik yang sudah bertahun-tahun membebani Tanjung Priok. Dengan kapasitas terminal kendaraan 218 ribu unit per tahun dan terminal peti kemas 525 ribu TEUs, pelabuhan ini sudah beroperasi sejak 2022 dan konsisten menangani lebih dari 200 ribu kendaraan setiap tahun. Kerja sama dengan perusahaan Jepang seperti Toyota Tsusho, Toyufuji, NYK, dan Kamigumi masuk akal karena 70-75% ekspor mobil Indonesia berasal dari Toyota dan Daihatsu. Dukungan JICA dengan pinjaman 272,5 miliar yen menunjukkan komitmen Jepang terhadap proyek ini. Pelabuhan Patimban bukan sekadar pelabuhan alternatif, melainkan bagian dari strategi mengembangkan kawasan Rebana di timur laut Jawa Barat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz
Harga Emas Antam Turun Rp8.000 per Gram Hari Ini
Kapal Pertamina Pride Sukses Lewati Selat Hormuz
Gopprera Panggabean Pimpin KPPU, Hilman Pujana Wakil Ketua
Serangan AS-Iran Kembali Picu Harga Minyak Melonjak
Sertifikat Mobil di Singapura Tembus Rp1,8 Miliar
Berita Terbaru
Pelabuhan Patimban Kurangi Beban Tanjung Priok
Wanita Rapi Buang Air Besar di Depan Ruko, Terekam CCTV
Polda Bali Aktifkan 91 Command Center Kawal Pertemuan Internasional
Banyuwangi Miliki Pusat Penetasan 20.000 Telur Penyu
BMKG: Puncak Kemarau 2026 Juli-September
Perbaikan Jembatan Bodogol Dimulai Agustus, Warga Cari Jalur Alternatif
Maroko Akui Prancis Favorit, Tapi Incar Kemenangan
McLaren Andra ST Oleng, Tabrak Tiang Listrik
Masa Kontrak PPPK: Bisa Naik Golongan? Ini Jawabannya
50 Tahun Satelit Indonesia: Dari Palapa A1 ke NEO-1
