Pochettino: Kane Jadi Bintang Eropa Setelah Perubahan
Gambar atau konten salah?
Pochettino tidak kaget melihat Harry Kane kini menjadi salah satu striker terbaik dunia. Ia pernah menjadi pelatih Tottenham Hotspur dari 2014 hingga 2019. Pada saat itu, Kane berusia 21 tahun dan belum menjadi pilihan utama. Sebelum itu, ia sering dipinjamkan ke klub lain.
Pochettino mengingat masa itu: "Saya ingat, Harry Kane saat itu cuma striker ketiga atau keempat," katanya. Ia menilai bahwa sejak bekerja dengannya, ia sudah melihat tekad Kane untuk menjadi pemain sukses.
Di bawah arahan Pochettino, Kane mencatat 169 gol dari 242 penampilan. Pelatih tersebut mampu membuka potensi penuh striker muda itu.
Namun Pochettino menegaskan bahwa perubahan datang dari keinginan Kane sendiri. Kane mengubah kebiasaan kecil demi menjaga fisik, stamina, dan performa di lapangan.
Pochettino berkata: "Itu benar, dia punya kebiasaan-kebiasaan buruk," lalu menambahkan, "Tapi setelah saya berbicara dengannya, dia bisa memahaminya dan dengan cepat mengubah kebiasannya dari soal latihan, makanan, waktu istirahat, dan lainnya,".
Ia menutup dengan: "Itu karena kemauannya sendiri dan orang-orang yang berada di sekitarnya, hingga membuat dia sukses seperti sekarang ini,".
Kini, Kane menjadi striker teratas di Eropa pada musim 2025/26. Ia telah mencetak 54 gol dari 46 laga dan diprediksi menjadi pemenang Ballon d'Or tahun ini.
Pochettino mengakui bahwa keberhasilan Kane bukan sekadar kebetulan. Dedikasi dan perubahan kebiasaan, didukung oleh lingkungan sekitarnya, menjadi kunci kesuksesan yang kini terlihat jelas di lapangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
