Polisi Toronto Tangkap Pengedar Jersey Palsu
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Piala Dunia 2026 akan dimulai pada 11 Juni 2026, dan Kanada bersatu dengan Meksiko serta Amerika Serikat sebagai tuan rumah. Sebelum pembukaan, kepolisian Toronto mengungkap kasus penyelundupan jersey sepakbola palsu terbesar dalam sejarah Kanada.
Dalam operasi tersebut, polisi menyita lebih dari 16 ribu kaus dan bendera berlogo FIFA, Nike, Adidas, serta Puma. Nilai barang yang disita mencapai 2,53 juta dolar Amerika Serikat, setara dengan Rp 44,6 miliar. Penyitaan dilakukan di sebuah gudang di Mississauga.
Dua tersangka ditangkap: Ramy Jaber berusia 41 tahun dan Walid Sarhan berusia 62 tahun, keduanya warga Ontario. Mereka didakwa atas penipuan senilai lebih dari 5 ribu dolar AS (sekitar Rp 89 juta) dan kepemilikan barang hasil kejahatan dengan nilai serupa.
Toronto, sebagai salah satu kota penyelenggara, akan menampung enam pertandingan di Toronto Stadium. Lima di antaranya adalah fase grup, sementara satu lagi adalah laga babak 32 besar.
Kasus ini menyoroti risiko penyelundupan barang palsu menjelang acara internasional terbesar. Dengan nilai penyitaan yang tinggi, tindakan tegas polisi menegaskan komitmen Kanada terhadap keamanan dan integritas kompetisi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
