Prabowo Janji Obat Generik Murah untuk Rakyat Lampung

Dani L. · 2 min baca · 1 hari lalu · 5 dibaca
Bisik.id
Prabowo Janji Obat Generik Murah untuk Rakyat Lampung

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah sedang berusaha keras untuk menyediakan obat-obatan yang murah bagi masyarakat. Pernyataan ini muncul saat ia meresmikan RSUD KH M Thohir di Krui, Lampung.

Prabowo menekankan bahwa dalam setahun ke depan, pemerintah akan melakukan upaya besar untuk memberikan obat‑obatan generik yang dapat diakses dan dijangkau harganya dengan mudah oleh masyarakat. Kita akan usahakan obat kepada rakyat semurah-murahnya. Dalam setahun ini saya harap kita bisa berikan obat generik yang murah kepada rakyat, tegasnya.

Ia berharap RS KH M Thohir dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan yang memuaskan bagi penduduk pesisir barat Lampung. “Saya juga berpesan tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi pada pelayanan terhadap rakyat,” ujarnya, menegaskan pentingnya integritas dalam layanan kesehatan.

Prabowo menyoroti potensi kenaikan harga obat akibat melemahnya nilai tukar Rupiah, yang pernah mencapai lebih dari Rp 18.000 per US$. Ia ingin menyeimbangkan situasi dengan memastikan obat generik tetap terjangkau.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang sering dipanggil BGS, menyatakan bahwa pemerintah telah menerima masukan dari beberapa perusahaan obat terkait kenaikan harga bahan baku yang sebagian besar masih bergantung pada impor. “Kami sudah menerima beberapa masukan dari beberapa perusahaan obat bahwa bahan bakunya mereka ada yang naik,” kata Menkes kepada wartawan pada Senin, 8 Juni 2026.

BGS menilai kenaikan harga obat tidak serta‑merta akan mengikuti besarnya pelemahan kurs Rupiah. Ia menjelaskan bahwa komponen harga obat meliputi biaya distribusi, pemasaran, hingga operasional yang mayoritas menggunakan Rupiah. “Saya sudah minta Ibu Dirjen, kan komponen harga obat selain bahan baku ada juga komponen biaya distribusi, marketing. Coba tolong dihitung angkanya. Sekarang sedang didiskusikan dengan para industri,” tambahnya.

Menurut Menkes, dampak kenaikan harga obat diperkirakan tidak akan sebesar persentase pelemahan kurs dolar. Ia mengilustrasikan bahwa jika nilai tukar dolar naik 20 persen, dampaknya terhadap harga obat akan jauh lebih kecil karena hanya sebagian komponen biaya yang terdampak langsung.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat menjaga kestabilan harga obat, sekaligus menegakkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan kesehatan. Keputusan ini diharapkan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di daerah pesisir barat Lampung.

obat generikRSUD KH M ThohirPrabowo Subiantoharga obatRupiahBudi Gunadi Sadikinintegritaskesehatan

Komentar

Memuat komentar...