Prancis vs Spanyol: Kenangan 2006 Hidup Kembali
Gambar atau konten salah?
Prancis dan Spanyol kembali akan bertemu di babak semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan ini mengingatkan banyak orang pada satu laga lama yang tak terlupakan: saat Prancis menyingkirkan Spanyol dengan skor 3-1 di Piala Dunia 2006.
Peristiwa itu terjadi di babak 16 besar, tepatnya di Hannover, Jerman. Spanyol sebenarnya tampil sangat meyakinkan sejak fase grup. Tapi mereka harus pulang lebih awal setelah dihadang Prancis yang saat itu diperkuat deretan pemain bintang.
Spanyol sempat unggul lebih dulu. David Villa mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-27. Keunggulan itu bertahan hingga mendekati turun minum.
Namun Prancis tidak tinggal diam. Pada menit ke-41, Franck Ribéry berhasil lolos dari kawalan bek Spanyol dan mencetak gol. Skor berubah menjadi 1-1. Babak pertama pun berakhir dengan kedudukan sama kuat.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan ketat. Kedua tim saling bergantian menekan. Peluang tercipta di kedua sisi, tapi tidak ada gol tambahan hingga 10 menit terakhir waktu normal.
Prancis akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-83. Patrick Vieira menyundul bola dari situasi bola mati. Gol itu membawa Prancis unggul 2-1.
Di masa injury time, giliran Zinédine Zidane yang tampil sebagai bintang. Sang kapten melewati hadangan bek Spanyol, lalu melepaskan tembakan yang tidak bisa dihentikan kiper Iker Casillas. Gol pada menit ke-90 itu menutup pertandingan dengan skor 3-1 untuk kemenangan Prancis.
Kemenangan itu membawa Prancis melaju ke perempat final. Langkah mereka terus berlanjut hingga ke partai puncak. Sayang, di final mereka kalah adu penalti dari Italia.
Sekarang, 20 tahun kemudian, Prancis dan Spanyol kembali bertemu di Piala Dunia. Kali ini taruhannya lebih besar: satu tiket menuju final Piala Dunia 2026.
Pertandingan semifinal ini akan digelar dini hari nanti. Pertanyaannya, akankah Prancis mengulang kenangan manis seperti tahun 2006? Atau justru Spanyol yang akhirnya membalas kekalahan dan melaju ke partai puncak? Semua akan terjawab di lapangan.
Dari laga itu, terlihat bahwa pertemuan antara dua tim besar Eropa ini selalu menyimpan drama. Tahun 2006, Prancis yang lebih diunggulkan berhasil menang meski sempat tertinggal. Kini, dengan komposisi pemain yang berbeda di kedua sisi, hasilnya masih sulit ditebak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
