Prasmul New Look: Kampus Prasetiya Mulya Jadi Kolaboratif

Jaka M. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Prasmul New Look: Kampus Prasetiya Mulya Jadi Kolaboratif

Gambar atau konten salah?

Prasmul New Look adalah nama transformasi yang baru saja diumumkan oleh Universitas Prasetiya Mulya. Gelaran resmi, “Reinventing Collaborative Learning in New Look,” digelar di Kampus BSD pada hari Sabtu, 23 Mei 2026. Acara ini tidak sekadar menampilkan wajah baru kampus, melainkan menandai pergeseran menuju ekosistem pendidikan yang lebih kolaboratif, inovatif, dan relevan dengan tantangan global.

Para tamu penting hadir, mulai dari Dewan Pembina, pimpinan universitas, mitra korporat, akademisi internasional, mahasiswa, alumni, hingga pelaku industri. Kehadiran mereka menegaskan betapa pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun perguruan tinggi yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Melalui Prasmul New Look, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan komitmennya untuk menyediakan ekosistem pembelajaran yang mendorong kreativitas, eksplorasi, inovasi, dan konektivitas global. Diharapkan, langkah ini dapat melahirkan talenta yang adaptif, berintegritas, dan bersaing di tingkat internasional.

Suasana pembukaan menjadi meriah. Penampilan Tari Manuk Dadali dari Sasikirana Dance menampilkan semangat kolaborasi, keberagaman budaya Indonesia, dan optimisme menuju masa depan pendidikan yang lebih progresif dan mendunia.

Djisman Simandjuntak, Chairman of The Board of Executives Universitas Prasetiya Mulya, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu bergerak lebih adaptif di tengah percepatan transformasi teknologi dan perubahan lanskap global. Ia berkata, “Perubahan dunia bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya. Karena itu, perguruan tinggi harus terus berevolusi agar tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga manusia yang mampu memberi makna bagi masa depan bangsanya. Prasmul New Look menjadi refleksi komitmen kami untuk membangun ekosistem pembelajaran yang lebih relevan dengan tantangan zaman.”

Franky Oesman Widjaya, Chairman of The Board of Trustees Universitas Prasetiya Mulya, menambahkan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari visi besar Prasmul untuk membangun pendidikan masa depan yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global. Ia menyatakan, “Future education is not only about technology adoption, but about how institutions create meaningful learning experiences through collaboration, creativity, and global connectivity. Kami ingin Prasmul menjadi ruang lahirnya pemimpin masa depan yang memiliki perspektif global, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.”

Makna transformasi diperkuat lewat pemutaran video “Facade Transformation Before & After” yang menampilkan perubahan wajah Kampus Universitas Prasetiya Mulya. Video tersebut menjadi simbol semangat baru dalam menghadirkan lingkungan belajar yang modern, dinamis, human-centered, dan future-ready.

Edwind A. Satyabrata, Executive Vice Chairman of The Board of Executives Universitas Prasetiya Mulya, menjelaskan bahwa konsep New Facade merepresentasikan filosofi pembelajaran masa depan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berbasis inovasi. Ia menegaskan, “New Facade Concept bukan sekadar desain arsitektur baru, tetapi simbol keterbukaan dan keberanian untuk berubah. Kami ingin menghadirkan kampus sebagai ruang kolaboratif yang memungkinkan mahasiswa bertumbuh, bereksplorasi, dan siap menjawab tantangan global sekaligus berkontribusi bagi Indonesia.”

Untuk menandai peluncuran resmi, prosesi pemotongan pita dilakukan oleh jajaran Komite Dewan Pembina yang terdiri dari Franky Oesman Widjaya, Edwin Soeryadjaya, Jusuf Wanandi, Djisman Simandjuntak, Edwind A. Satyabrata, dan Gandi Sulistiyanto Soeherman.

Transformasi fisik kampus tidak hanya berhenti di sana. Universitas Prasetiya Mulya juga memperkuat jejaring global melalui kerja sama dengan Universitas Indonesia, Peking University, dan sejumlah universitas luar negeri lainnya. Kolaborasi ini mencakup pengembangan akademik, joint research, student exchange, serta penguatan inovasi pendidikan berbasis teknologi dan AI.

Selama rangkaian kegiatan, seminar bertajuk “Rapid Strategic Adaptation Under the Explosive Growth of AI” diisi oleh Prof. Stella Christie, Dr. Muhamad Yopan, dan Dr. Agung Alfiansyah. Para pembicara menyoroti pentingnya kemampuan institusi pendidikan dan industri untuk bergerak lebih agile dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Sebagai bagian dari penguatan experiential learning ecosystem, Universitas Prasetiya Mulya juga memperluas sinergi strategis dengan berbagai perusahaan nasional dan global. Mitra-mitra tersebut antara lain PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPM), BCA Digital, PT Astra International Tbk, The Estée Lauder Companies Beauty Indonesia, Orang Tua Group (OT), hingga BDO Indonesia.

Melalui Prasmul New Look, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan transformasinya sebagai universitas yang menghubungkan pendidikan, industri, teknologi, dan kolaborasi global untuk melahirkan generasi pemimpin masa depan Indonesia.

Dengan langkah ini, kampus menegaskan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tempat menyalurkan ilmu, melainkan juga ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja. Transformasi ini menandai komitmen Universitas Prasetiya Mulya untuk terus berinovasi dan beradaptasi guna menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.

Prasmul New Lookkolaborasi lintas sektorinovasi pendidikanAIglobal connectivitytransformasi kampusekosistem pembelajaran

Komentar

Memuat komentar...