Probolinggo Juara IKT 2025, Kota Toleran Zona Berkembang
Gambar atau konten salah?
Kota Probolinggo baru saja menorehkan prestasi di panggung nasional dengan meraih Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 sebagai Kota Terbaik pada Zona Berkembang. Penghargaan ini dipersembahkan kepada kota tersebut oleh Setara Institute.
Acara penganugerahan berlangsung di ARTOTEL Mangkuluhur, Jakarta Selatan, pada 22 April 2026. Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, menerima penghargaan atas nama Wali Kota, Aminuddin. Ia menegaskan rasa syukur atas pencapaian yang dihasilkan bersama seluruh elemen masyarakat.
Setara Institute menilai IKT sebagai penghargaan utama bagi kota-kota yang menunjukkan praktik terbaik dalam pengelolaan toleransi, inklusi sosial, dan keberagaman. Penilaian meliputi ruang perjumpaan lintas agama, moderasi beragama melalui organisasi pemuda dan sekolah, serta peran aktif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Menurut Bisri, Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya pada Ditjen Polpum, Kementerian Dalam Negeri, “Indeks Kota Toleran bukan sekadar angka maupun urutan peringkat. Melainkan indikator penting yang mencerminkan kualitas relasi sosial, tingkat kedewasaan demokrasi di tingkat lokal, serta efektivitas tata kelola pemerintahan dalam menjamin hak-hak warga negara tanpa diskriminasi,” ia katakan pada 23 April 2026. Ia menambahkan bahwa kota toleran mampu menyediakan rasa aman, kesejahteraan, dan ruang partisipasi adil bagi semua warga.
Ina Dwi Lestari menyampaikan, “Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus catatan penting bagi Kota Probolinggo. Ke depan harus terus kita tingkatkan, karena kita berpeluang masuk 10 besar terbaik nantinya,”. Ia menekankan pentingnya kerja keras bersama dalam membangun kesetaraan dan memperkuat ekosistem toleransi sepanjang tahun 2025.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Setara Institute, para peneliti, dan semua pihak yang memberikan penilaian objektif. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Setara Institute, para peneliti, serta seluruh pihak yang telah memberikan penilaian objektif sehingga menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk terus berbenah. Ini pengingat bahwa toleransi harus terus hidup dalam kebijakan, pelayanan publik, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Ina menegaskan bahwa toleransi harus menjadi ruang bersama bagi semua yang bersedia merawat keberagaman sebagai kekuatan utama pembangunan. “Bahwa toleransi menjadi ruang bersama bagi siapa saja yang bersedia merawat keberagaman sebagai kekuatan utama pembangunan,” pungkasnya.
Penghargaan ini menandai langkah maju Kota Probolinggo dalam mempromosikan nilai toleransi. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, kota ini berpotensi masuk ke jajaran 10 besar terbaik di masa depan, menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap inklusi dan keharmonisan sosial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
