Produksi Pertanian Indonesia Naik, Ekspor Pupuk ke Australia
Gambar atau konten salah?
Tuban, 16 Mei 2026 – Keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan produksi pertanian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai diakui dunia internasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan hal ini ketika mendampingi kunjungan kerja Presiden pada acara panen raya jagung di Desa Tuwiri, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
Acara tersebut menandai momen penting bagi sektor pertanian. Menurut Amran, Indonesia tidak hanya berhasil memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berhasil mengekspor komoditas pertanian penting ke berbagai negara. “Pupuk kita lebih dari cukup. Bahkan kemarin kami ekspor ke Australia, berikutnya Filipina, Brasil, India. Bahkan kemarin juga Menteri Pertanian Australia menelepon saya langsung mengucapkan terima kasih empat kali,” ujar Amran di hadapan awak media.
Keberhasilan ini merupakan buah dari visi besar yang dicanangkan oleh Presiden untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan pelaksanaan di lapangan terbukti mampu mengubah peta produksi pangan dalam negeri dalam waktu yang relatif singkat.
Amran memaparkan berbagai indikator keberhasilan sektor pertanian saat ini yang tidak hanya berfokus pada satu komoditas saja, melainkan mencakup berbagai lini kebutuhan pangan strategis. Ia menekankan bahwa lompatan besar ini menjadi bukti ketangguhan sektor pertanian Indonesia saat ini.
“Ini kehebatan Bapak Presiden Indonesia, gagasan besar beliau kita laksanakan dengan baik. Swasembada beras sudah, kemudian kita ekspor pupuk, harga pupuk dalam negeri turun 20 persen, kemudian kita sudah swasembada jagung untuk pakan,” pungkasnya.
Dengan penurunan harga pupuk dan ekspor yang meningkat, Indonesia menunjukkan bahwa strategi swasembada pangan dapat berjalan secara efektif di lapangan. Keberhasilan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam pasar pertanian global, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dalam negeri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
