Prof Elfahmi Jadi Rektor Baru ITA 2026-2030 di Sumatera
Gambar atau konten salah?
Prof Dr apt Elfahmi, S Si, M Si kini menempati jabatan rektor baru di Institut Teknologi Sumatera (Itera) untuk periode 01 Januari 2026 hingga 31 Desember 2030. Sebelumnya, beliau dikenal sebagai Guru Besar Sekolah Farmasi di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Prof Elfahmi adalah pakar farmasi bahan alam dan obat herbal. Selama bertugas di ITB, ia aktif meneliti dan menghilirisasi inovasi yang mendukung kesehatan nasional. Pada 01 Januari 2019, ia mulai mengembangkan senyawa marker untuk standarisasi produk herbal. Inovasi tersebut kemudian menjadi MarkHerb, sebuah produk yang menyediakan penanda senyawa bagi riset dan standarisasi obat herbal di Indonesia. MarkHerb dianggap menurunkan ketergantungan Indonesia pada produk impor yang biasanya dipakai dalam riset dan industri herbal.
Di ITB, Prof Elfahmi pernah menjabat sebagai Direktur Riset dan Inovasi. Dalam peran tersebut, ia memimpin upaya memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan hilirisasi hasil penelitian. Keberhasilannya tidak hanya di tingkat institusi; ia juga membawa nama ITB ke panggung nasional. Pada Hai Fest 2024, ia menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas kontribusinya dalam mengembangkan senyawa baku pembanding dari tanaman obat. Penghargaan ini menegaskan perannya dalam meningkatkan kualitas obat herbal di tanah air.
Selain akademik, Prof Elfahmi juga mendirikan PT EBM Saintifik dan Teknologi (EBM Scitech). Perusahaan ini berfokus pada pengembangan produk fitokimia, kosmetik herbal, nutrasetikal, dan alat laboratorium. Melalui EBM Scitech, ia menerapkan hasil risetnya ke dalam produk komersial yang dapat diakses masyarakat.
Riwayat pendidikan Prof Elfahmi mencakup sarjana di Universitas Andalas (Unand) Padang, lulus pada 1993. Ia melanjutkan studi S2 di ITB, selesai pada 1997, dan meraih gelar S3 dari University of Groningen, Belanda. Sejak itu, ia terus berkontribusi dalam program riset nasional dan internasional, khususnya yang berkaitan dengan eksplorasi biodiversitas Indonesia.
Prof Elfahmi telah menunjukkan dedikasi yang kuat terhadap pengembangan farmasi berbasis alam. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman industri, ia membawa harapan baru bagi ITA dalam memajukan riset, inovasi, dan pendidikan di bidang farmasi. Keberadaannya di ITA diharapkan dapat memperkuat sinergi antara penelitian, pengembangan produk, dan pelayanan kesehatan, sekaligus menumbuhkan potensi sumber daya alam Indonesia untuk kepentingan nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
