PSG Kalahkan Arsenal 4‑3 di Penalty, Gelar Liga Champions
Gambar atau konten salah?
Paris Saint-Germain menegaskan dominasi mereka di Liga Champions dengan kemenangan 4‑3 atas Arsenal setelah laga berakhir imbang 1‑1 di 120 menit. Pertandingan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria pada 30 Mei 2026.
Arsenal memulai unggulan lewat tembakan Kai Havertz pada menit ke‑6. Bola melewati pertahanan PSG, diikuti oleh tembakan keras Kai Havertz yang menembus gawang Matvey Safonov. Skor menjadi 1‑0 bagi Arsenal.
PSG berjuang keras untuk menutup jarak. Fabian Ruiz mendapat peluang lewat umpan Desire Doue pada menit ke‑13, namun tembakan melenceng. Crossing Bukayo Saka pada menit ke‑26 hampir menembus gawang, namun Safonov berhasil menepis bola sebelum mencapai kaki Leandro Trossard.
Di babak kedua, PSG mulai menekan. Pada menit ke‑37, Ousmane Dembele menembak keras, namun Gabriel menutup jalur tembakan dan gawang Arsenal tetap aman. Crossing Nuno Mendes pada menit ke‑43 dihalau Piero Hincapie, namun bola tetap berada di kotak penalti dan disambar oleh Ruiz. Meskipun begitu, tembakan Ruiz melambung di atas gawang.
Dembele menembak dari jarak jauh pada menit ke‑45, namun gagal menembus gawang Arsenal. Percobaan serupa dari Doue pada menit pertama injury time juga melambung di atas gawang. Pada menit kelima injury time, tembakan Ruiz mengarah tepat ke arah kiper Arsenal, David Raya. Skor tetap 1‑0 sampai akhir babak pertama.
PSG menampilkan penguasaan bola 76 persen di babak pertama. Di babak kedua, Achraf Hakimi mendapat peluang pada menit ke‑55 setelah Saka menembak bebas, namun tembakan bebas Maroko tersebut diamankan oleh Raya. Pada menit ke‑62, Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera saat hendak menyambut umpan Dembele. Wasit memutuskan penalti setelah pengecekan VAR. Dembele mengeksekusi penalti namun tembakan ke sudut kiri bawah gagal ditebak oleh Raya. Skor menjadi 1‑1.
PSG semakin bersemangat. Vitinha menembak jarak jauh pada menit ke‑73, namun melambung di atas gawang. Pada menit ke‑77, serangan balik Kvaratskhelia hampir berbuah gol, namun tembakan hanya membentur tiang. Arsenal menempatkan empat pemain di lapangan setelah kebobolan: Jurrien Timber, Viktor Gyokeres, Gabriel Martinelli, dan Noni Madueke. Namun belum ada sinyal berbahaya selain kembali keluar dari sarang untuk menekan.
Di menit ke‑89, PSG hampir mencetak gol. Tembakan Vitinha dari tepi kotak penalti melambung tipis di atas gawang Arsenal. Tembakan Bradley Barcola pada menit ketujuh injury time juga melebar. Skor tetap 1‑1 sampai akhir waktu normal.
Babak pertama extra time tidak menampilkan momen krusial. Arsenal meminta penalti pada menit ke‑103 setelah Madueke terjatuh karena kontak dengan Nuno Mendes, namun wasit menolak pelanggaran tersebut. Pada menit ke‑119, Timber menembak, namun bola hanya mengenai jaring samping. Pada menit ke‑120, tembakan Gyokeres diblok oleh barisan belakang PSG. Skor tetap 1‑1 sampai 120 menit.
Dalam adu penalti, PSG menorehkan kemenangan 4‑3. Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo berhasil menembak. Di pihak Arsenal, hanya Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli yang sukses. Hasil adu penalti: Goncalo Ramos gol, Viktor Gyokeres gol, Desire Doue gol, Eberechi Eze out, Nuno Mendes saved, Declan Rice gol, Achraf Hakimi gol, Gabriel Martinelli gol, Lucas Beraldo gol, Gabriel Magalhaes out.
Kejuaraan ini menjadi gelar kedua bagi PSG setelah menjadi juara tahun lalu. Mereka mengikuti jejak Real Madrid yang dapat memenangi Liga Champions minimal dua musim beruntun. PSG menegaskan konsistensi mereka di level tertinggi sepak bola Eropa.
Susunan pemain Paris Saint-Germain menampilkan Matvey Safonov di gawang, Nuno Mendes, Pacho, Marquinhos (Zabarnyi 106'), Achraf Hakimi, Fabian Ruiz (Zaire‑Emery 95'), Vitinha (Beraldo 106'), Neves, Khvicha Kvaratskhelia (Barcola 83'), Ousmane Dembele (Ramos 90+5'), dan Desire Doue. Sementara Arsenal memulai dengan David Raya di gawang, Piero Hincapie, Gabriel, Saliba, Mosquera (Timber 66'), Lewis‑Skelly (Zubimendi 91'), Declan Rice, Leandro Trossard (Martinelli 83'), Odegaard (Gyokeres 66'), Bukayo Saka (Madueke 83'), dan Kai Havertz (Eze 91').
Keputusan ini menegaskan bahwa PSG mampu menahan tekanan di laga penting. Kemenangan ini juga menambah prestasi klub di kompetisi Eropa, menempatkan mereka di barisan atas klub yang sukses meraih trofi Liga Champions berulang kali. Dengan kemenangan ini, PSG melanjutkan perjalanan mereka menuju sejarah yang lebih luas di sepak bola dunia, menandai bahwa mereka tidak hanya sekadar klub domestik, tetapi juga kekuatan utama di tingkat kontinental.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
