Putus Kuliah 289 Ribu Mahasiswa di Indonesia, PTS 73,8%

Fajar H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Putus Kuliah 289 Ribu Mahasiswa di Indonesia, PTS 73,8%

Gambar atau konten salah?

Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 yang dirilis oleh Kemdiktisaintek menampilkan angka putus kuliah di Indonesia mencapai 289 ribu mahasiswa hingga tahun 2025. Angka ini naik 2,62 persen dibandingkan tahun 2024.

Mayoritas putus kuliah terjadi di perguruan tinggi swasta (PTS), dengan 73,81 persen mahasiswa yang tidak menyelesaikan studi. Perguruan tinggi negeri (PTN) mencatat 17,20 persen, sementara perguruan tinggi agama 7,74 persen. Sekitar 1,25 persen berasal dari sekolah kedinasan.

Di jenjang sarjana, putus kuliah paling banyak. Hal ini terlihat di hampir semua jurusan, mulai ekonomi, teknik, sosial, hingga pendidikan. Program sarjana menjadi titik kritis bagi banyak mahasiswa.

Program diploma (D3 dan D4) juga memiliki tingkat putus kuliah yang cukup tinggi, terutama di bidang teknik, kesehatan, dan ekonomi. Sedangkan di jenjang pascasarjana—magister dan doktoral—jumlah putus kuliah lebih kecil dan tersebar di beberapa bidang tertentu.

Secara umum, mahasiswa yang putus kuliah biasanya berasal dari angkatan yang sudah menempuh semester cukup lama. Kecenderungan ini muncul mendekati batas akhir masa studi, baik di jenjang sarjana maupun doktoral.

Usia juga memegang peranan penting. Kelompok usia 21 hingga 30 tahun menjadi penyumbang terbesar angka putus kuliah. Angka ini menunjukkan hambatan struktural yang dialami kelompok usia kritis ini, lebih dari sekadar kurangnya motivasi belajar.

Mahasiswa di fase usia tersebut menghadapi kombinasi keterbatasan kemampuan finansial mandiri, dorongan lebih besar untuk masuk ke pasar kerja, dan peluang penyelesaian studi yang amat terbatas. Faktor-faktor ini saling berinteraksi, memaksa banyak yang harus memilih keluar.

Provinsi dengan angka putus kuliah tertinggi:

  1. Jawa Barat51.359
  2. DKI Jakarta35.899
  3. Jawa Timur30.260
  4. Banten20.814
  5. Jawa Tengah20.582

Provinsi-provinsi seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat menunjukkan dominasi mahasiswa putus kuliah yang berasal dari PTS dengan proporsi di atas 86 persen, bahkan tertinggi mencapai 93,79 persen di DKI Jakarta.

Kemdiktisaintek mengingatkan bahwa bila angka putus kuliah ini dibiarkan, risiko akan memperlebar kesenjangan antara mereka yang mampu memanfaatkan peluang gelar akademik dan mereka yang merasa perguruan tinggi bukan lagi ruang yang layak dipertahankan. Data ini menuntut perhatian serius dari semua pihak terkait pendidikan tinggi.

putus kuliahperguruan tinggi swastaperguruan tinggi negerijurusan teknikprovinsi Jawa Baratusia 21-30hambatan finansial

Komentar

Memuat komentar...