Rakhmad Basuki Jadi Pelatih Madura United, Fokus Intensi
Gambar atau konten salah?
Pamekasan, kehadiran Rakhmad Basuki sebagai pelatih caretaker menandai kemungkinan perubahan positif bagi Madura United.
Sebagai pelatih interim, Rakhmad telah dipercaya beberapa kali. Ia memegang lisensi B AFC dan telah mendampingi 15 laga Madura United pada periode berbeda.
Rekornya mencakup 3 imbang, 6 kekalahan, dan 6 kemenangan, menghasilkan rata‑rata 1,4 poin per pertandingan.
Kini, setelah Carlos Parreira dipecat, Rakhmad kembali ditunjuk. Ia menegaskan langkah konkret untuk meningkatkan intensitas latihan dan pemahaman taktik.
“Yang jelas ada. Kita coba pendekatan yang lebih intens lagi ke pemain, pemahaman taktik juga coba kita tingkatkan. Mudah‑mudahan apa yang dicerna oleh semua pemain bisa dijalankan dengan baik di pertandingan nanti,” ujar Rakhmad Basuki 01 April 2026.
Rakhmad menilai para penggawa Sapeh Kerrab mentalnya terpuruk setelah rangkaian hasil buruk. Namun, moral tim perlahan membaik menjelang laga melawan Borneo FC pada Minggu, 05 April 2026.
“Awal saya megang sih memang kelihatan berat ya. Kelihatan semua pemain sedikit drop motivasinya. Tapi pelan‑pelan coba kita coba perbaiki, kita tingkatkan lagi kepercayaan diri mereka,” terangnya.
Meskipun klasemen masih terpuruk, Rakhmad menegaskan bahwa skuad telah menyalakan tekad keluar dari zona degradasi dengan memfokuskan satu tujuan: mempertahankan eksistensi di kompetisi tertinggi Indonesia.
“Motivasi mereka sekarang sudah kembali dan kita hanya fokus pada satu tujuan untuk mempertahankan tim ini supaya tetap bisa eksis di kompetisi tertinggi di Indonesia,” jelasnya.
Madura United saat ini berada di urutan ke‑16 dengan 20 angka. Mereka harus mengamankan poin di laga menjuarai Borneo FC.
“Yang jelas sangat penting, kalaupun memang nanti hasilnya tidak bisa berbanding lurus, itu tidak menjadi alasan bagi pemain untuk kehilangan motivasi. Apa pun hasilnya besok, kita harus bertarung dan berjuang untuk tetap bisa eksis di kompetisi,” pungkasnya.
Dengan pendekatan intensif dan fokus pada motivasi, Rakhmad Basuki berusaha menstabilkan tim di bawah tekanan klasemen. Keberhasilan akan tergantung pada kemampuan pemain menerapkan taktik yang diajarkan di lapangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
