Ranieri Siap Jadi Pelatih atau Direktur Timnas Italia
Gambar atau konten salah?
Claudio Ranieri mengumumkan bahwa ia bersedia bergabung dengan Timnas Italia sebagai pelatih atau direktur. Pernyataan ini datang setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri, meninggalkan posisi pelatih Italia kosong.
Posisi ini penting karena Italia gagal masuk ke Piala Dunia 2026. Negara ini juga telah tiga kali berturut-turut gagal lolos ke turnamen tersebut, menambah tekanan pada manajemen sepakbola nasional.
Di tengah situasi ini, Antonio Conte tetap menjadi kandidat kuat untuk memimpin tim. Namun, baru-baru ini Ranieri muncul dengan pernyataan bahwa ia siap menempuh tugas apa pun untuk Azzurri.
Ranieri, yang pernah menjadi direktur AS Roma, sebelumnya ditawari untuk melatih Timnas Italia. Ia menolak karena sudah memiliki pekerjaan di Roma dan tidak bisa mengerjakan dua tugas sekaligus. “Saya menolak tawaran dari Italia sebelumnya karena sudah memiliki pekerjaan di Roma dan tidak bisa mengerjakan dua pekerjaan sekaligus,” ujarnya kata Ranieri kepada Sky Sport Italia.
Kini, ia berada di status bebas. “Saat ini, saya sedang bebas, jadi jika ada yang menelepon, kenapa tidak? Jangan pernah mengatakan tidak mungkin,” tambahnya. Ranieri bersedia memegang peran apapun, baik sebagai pelatih maupun direktur.
Meskipun sudah dua kali menyatakan pensiun sebagai pelatih, ia tetap terbuka. “Entahlah, kalau dipanggil oleh negara, ya, ya, itu saja,” jelas mantan juru taktik yang sukses membawa Leicester City juara Premier League.
Kesimpulannya, Ranieri menunjukkan kesiapan untuk kembali ke arena sepakbola nasional, menambah opsi bagi Italia yang sedang mencari pemimpin baru.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
