Raphinha: Brasil kuat menyerang, butuh pertahanan Piala Dunia
Gambar atau konten salah?
Raphinha, pemain sayap Barcelona, percaya Timnas Brasil unggul dalam menyerang, namun ia tetap khawatir tentang pertahanan.
Tim Brasil akan masuk Grup C Piala Dunia 2026, menghadapi Haiti, Maroko, dan Skotlandia. Pelatih Carlo Ancelotti memimpin tim. Dari 11 laga yang sudah dijalani di semua kompetisi, rekam jejaknya adalah 6 kemenangan, 2 imbang, dan 3 kekalahan. Mereka mencetak 24 gol dan kebobolan 10 gol. Urusan kebobolan menjadi perhatian utama bagi Raphinha.
"Kami tahu, kami kuat dalam urusan menyerang lawan. Tapi soal pertahanan, jika kami bisa bertahan bersama-sama maka itu akan membuat lawan frustrasi," paparnya dilansir dari SporTV.
Raphinha menilai bahwa Brasil dalam kondisi baik menjelang Piala Dunia. Ia menekankan pentingnya membaca permainan lawan dengan cepat dan mengontrol tempo. "Kami harus lebih memahami permainan dan cepat mengontrolnya. Kami memiliki momen-momen dalam pertandingan di mana kami bisa mengontrolnya dengan lebih baik dan momen-momen lain di mana kami bisa mempercepat tempo permainan, itu akan jadi detail pembeda," tambahnya.
Ia juga menyoroti campuran pemain muda dan senior. "Tim kami campuran para pemain muda dan pemain-pemain senior. Kami harus bersatu, serta harus hindari kesalahan kecil karena bisa saja itu menentukan segalanya," tutupnya.
Dengan serangan yang kuat, Brasil harus memperkuat pertahanan agar dapat bersaing di Piala Dunia 2026. Fokus Raphinha pada kebersamaan dan kontrol permainan menjadi kunci bagi tim.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
