Rekor Buruk: 20 Penalti Gagal di Piala Dunia 2026
Gambar atau konten salah?
Angka konversi penalti di Piala Dunia 2026 tercatat sebagai yang paling rendah dalam sejarah turnamen. Data dari Opta menunjukkan bahwa hingga babak 16 besar usai pada 09 Oktober 2026, total ada 20 penalti yang gagal menjadi gol. Angka ini mencakup penalti yang gagal selama 120 menit pertandingan maupun dalam babak adu penalti.
Persentase keberhasilan konversi penalti hanya mencapai 66,1 persen. Ini jauh di bawah rata-rata historis turnamen sebelumnya. Kegagalan penalti menjadi sorotan utama karena cukup banyak tim yang tersingkir akibat tidak mampu memanfaatkan momen emas dari titik putih.
Dari 20 penalti yang gagal, sebagian besar terjadi di babak gugur yang ketat. Tekanan mental pemain di momen krusial seringkali menjadi faktor penentu. Statistik ini menunjukkan betapa sulitnya mengeksekusi penalti di panggung terbesar sepak bola dunia.
Secara keseluruhan, catatan ini menjadi pengingat bahwa meskipun penalti dianggap sebagai peluang mencetak gol yang tinggi, kenyataannya di lapangan tidak selalu demikian. Banyak faktor yang bisa membuat tendangan dari titik putih melenceng atau tertahan kiper lawan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
