Remaja 15 Tahun Kanada Juara Penghargaan Sains Internasional
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, remaja berusia 15 tahun biasanya masih di akhir SMP atau awal SMA. Namun, di Kanada, seorang remaja bernama Evan Budz telah meraih penghargaan sains internasional berkat penciptaan robot kura‑kura bionik.
Pada tahun 2025, Evan memenangkan juara pertama di European Union Contest for Young Scientists di Latvia. Ia juga memperoleh penghargaan utama di Canada‑Wide Science Fair, bersaing dengan sekitar 25.000 peserta. Pencapaian tersebut datang dari penemuan yang dinamai BURT (Bionic Underwater Robotic Turtle).
BURT lahir dari pengamatan Evan terhadap kura‑kura snapping saat berkemah di Burlington, Ontario, Kanada. Ia terinspirasi oleh gerakan reptil yang tenang dan tidak merusak lingkungan, berbeda dengan drone bawah air konvensional.
Robot ini dirancang sebagai sistem otonom yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi ancaman ekologis. BURT dapat mengidentifikasi spesies invasif, mikroplastik, dan pemutihan karang tanpa mengganggu biota laut. Bentuknya meniru kura‑kura laut asli, menggunakan sirip depan sebagai penggerak utama dan sirip belakang untuk stabilitas.
Di dalam tubuhnya yang terbuat dari akrilik, terdapat mikrokomputer Raspberry Pi yang menjalankan model AI. Komputer ini memproses data lingkungan secara real‑time. Robot ini juga dilengkapi GPS untuk pelacakan posisi dan dapat beroperasi tanpa kabel (tether).
Hasil uji coba menunjukkan bahwa BURT mampu mendeteksi replika pemutihan karang dengan tingkat akurasi mencapai 96 %. Evan menambahkan perangkat pencitraan holografik untuk mengklasifikasikan partikel mikroplastik di perairan.
Ia berencana membentuk “pasukan robot kura‑kura” yang bekerja secara kolektif. Tujuannya adalah memetakan kerusakan lingkungan di wilayah yang sulit dijangkau manusia.
“Saya sudah meneliti pemutihan karang, spesies invasif, dan mikroplastik, tetapi ada begitu banyak tempat berbeda di mana teknologi ini dapat digunakan,” ungkap Budz, seperti dilansir Pop Science.
Rencana saat ini difokuskan pada peningkatan kemampuan navigasi di perairan keruh. Evan memasang transduser ultrasonik yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghindari rintangan. Ia juga menambahkan sistem pencahayaan khusus agar kamera AI dapat melihat lebih jelas di kedalaman laut.
Langkah ini menuai pujian dari para pakar lingkungan. Penggunaan biomimikri—meniru cara kerja alam—dianggap solusi cerdas untuk memantau habitat sensitif seperti terumbu karang tanpa risiko erosi akibat baling‑baling drone biasa.
Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kolaborasi dengan ahli kelautan. Data yang dikumpulkan oleh BURT perlu diterjemahkan menjadi tindakan konservasi yang efektif.
Dengan kombinasi inovasi teknologi dan pendekatan alam, BURT menandai langkah kecil namun penting dalam upaya pelestarian laut. Proyek ini menunjukkan bahwa remaja berusia 15 tahun dapat berkontribusi langsung pada solusi lingkungan global, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas disiplin di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
