Revitalisasi 4.700 Perpustakaan Sekolah 2025 Diluncurkan
Gambar atau konten salah?
Jakarta, 12 Mei 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 yang menargetkan pembangunan dan revitalisasi 4.700 perpustakaan sekolah di seluruh Indonesia.
Program ini bertujuan meningkatkan literasi siswa di semua jenjang, termasuk di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Perpustakaan tidak lagi dianggap sekadar tempat menyimpan buku, melainkan menjadi pusat kegiatan belajar berbasis proyek.
“Siswa itu ada waktunya untuk bersama mendiskusikan topik yang akan mereka pilih untuk sebuah project, dan itu tentu dengan referensi‑referensi, dan perpustakaan menjadi sentralnya,” kata Tatang Muttaqin, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen.
Ucapan tersebut diucapkan dalam acara Bincang Santai Dampak Nyata Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Penguatan Literasi melalui Sarana Perpustakaan yang Nyaman, yang digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat.
Di ranah SMK, proyek yang awalnya didiskusikan di perpustakaan akan dilanjutkan di ruang praktik. Ruang praktik juga termasuk dalam program Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan jumlah sasaran 7.586.
Menurut Tatang, pengembangan literasi bagi siswa SMK berbeda dengan siswa SMA. Literasi di SMK lebih fokus pada teori dasar yang kuat untuk merancang proyek.
“Sehingga secara praktikal di ruang praktik betul‑betul sesuai harapan,” tambahnya. Ia menekankan pentingnya literasi nonteks bagi lulusan SMK, yang membantu membangun imajinasi dan refleksi.
“Ini penting memang tidak hanya lulusan SMK itu skillful di bidangnya, tapi juga harus punya literasi dalam arti nonteks, karena ini bagian dari bagaimana mereka membangun imajinasi, sehingga refleksinya itu nanti lebih kuat,” jelas Tatang.
Di acara yang sama, Kepala Perpusnas Endang Aminudin Aziz menyoroti bahwa perpustakaan dapat menjadi tempat belajar bagi semua tingkatan, dari TK hingga SMA. Ia menekankan pentingnya kegiatan membuat resensi buku bersama di perpustakaan.
“Bukan hanya meminjamkan buku secara pribadi, lebih baik murid diajak ke perpustakaan dan dikerjakan bersama di sana,” ujar Endang. Ia menambahkan bahwa perpustakaan difasilitasi dengan buku dan sumber lain yang memadai.
Endang juga mengingatkan suksesnya revitalisasi 4.700 perpustakaan sekolah. Menurutnya, perpustakaan menjadi integrasi pembelajaran di kelas. Ia mengutip contoh kampus di luar negeri yang membuka perpustakaan 24 jam untuk mahasiswa.
“Bagaimana kalau misalnya sekarang pola ini pula yang kita terapkan di perpustakaan‑perpustakaan sekolah kita, sehingga perpustakaan betul‑betul menjadi sumber inspirasi bagi para siswa dan juga bagi para guru,” ungkapnya.
Perpusnas kini tengah memetakan jumlah perpustakaan di Indonesia, termasuk di sekolah. Dengan data yang akurat, ia berharap kerja sama antara Perpusnas dan Kemendikdasmen dapat memperkuat pembinaan perpustakaan di sekolah.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 menandai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pendidikan. Dengan 4.700 perpustakaan dan 7.586 ruang praktik, diharapkan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan terintegrasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prancis Vs Maroko: Ulangan Semifinal Piala Dunia 2026
Polda Bali Dipuji, SKCK Selesai Tiga Menit
Menteri PU Batal ke AS, Pilih Tinjau Jembatan di Aceh
Protes Warga, Makam Pendiri Masjid di Kudus Dipagar Tembok Tinggi
McLaren Andra ST Terbelah Dua Usai Selip di Sukoharjo
Urine Bening Ternyata Tanda Bahaya Ginjal
Bupati Tolak Pipa Laut di Gili Meno, Pilih Sumur Pantai
Harga Tiket PRSU 2026 Rp35 Ribu, Warga Ramai Protes
Argentina Bangkit dari Ketinggalan Dua Gol, Tumbangkan Mesir
Komisi III DPRD Tinjau IPA Rancamaya, Soroti Defisit Air
