Ruediger: Gaya Bermain Keras Jadi Alasan Real Madrid Panggil
Gambar atau konten salah?
Antonio Ruediger menanggapi kritik tentang gaya bermainnya yang agresif. Ia menegaskan bahwa sifat itu menjadi alasan Real Madrid merekrutnya.
Pemain internasional Jerman ini menjadi sorotan tajam belakangan ini. Pada pertandingan kemenangan Madrid 1-0, Ruediger menginjak bek Getafe, Diego Rico, dengan lututnya. Aksi tersebut membuatnya lolos dari sanksi wasit di lapangan, namun memunculkan reaksi keras di Spanyol dan Jerman. Beberapa orang bahkan mendesak agar Ruediger tidak dipanggil lagi ke timnas karena permainan kerasnya dianggap berpotensi membahayakan tim.
“Untuk jadi bek tangguh haruslah menerapkan permainan keras,” kata Antonio Ruediger. Ia menambahkan, “Jadi seorang bek yang bengis itu bagian dari DNA-ku.” Pernyataan ini datang dari mantan pemain AS Roma dan Chelsea.
“Jika kamu ingin jadi seorang spesialis dalam duel satu lawan satu, kamu enggak bisa jadi seorang rekan setim yang baik,” cuit Ruediger kepada FAZ. Ia menekankan pentingnya intensitas: “Anda harus membuat si penyerang merasa: 'Hari ini akan jadi sebuah hari yang berat untukmu'. Jika aku tidak bermain dengan intensitas dan komitmen, aku akan jadi setengah bagus.”
Ruediger juga menyatakan bahwa tekanan sampai batasnya adalah yang membawanya ke Real Madrid. “Tanpa hal itu, aku enggak akan ada di sini, aku enggak akan memenangi Liga Champions dua kali, dan aku enggak akan bermain di banyak pertandingan untuk negaraku,” jelasnya.
Kesimpulannya, Ruediger tetap mempertahankan filosofi permainan kerasnya sebagai kunci kesuksesannya di klub dan di level internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
