Rupiah Menurun, Budi Sarankan Kurangi Utang Konsumtif
Gambar atau konten salah?
Dolar sempat mencapai Rp 17.800 pada 28 Mei 2026. Nilai tukar ini menandakan rupiah melemah, sehingga masyarakat diharapkan menyesuaikan keuangan mereka.
Menurut Budi Wahyu Mahardhika, dosen ekonomi di Universitas Muhammadiyah Surabaya, langkah pertama adalah mengurangi ketergantungan pada utang konsumtif. Ia menegaskan, “Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengurangi ketergantungan pada utang konsumtif,” kata Budi. Pengeluaran kecil, seperti membeli barang tidak penting, sering tidak disadari namun dapat menguras pendapatan bulanan.
Dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, Budi mengingatkan agar tidak mengambil cicilan untuk barang yang tidak mendesak. Ia menekankan, “Hindari cicilan untuk barang yang tidak penting. Cicilan memang terasa ringan saat suku bunga rendah, tetapi akan menjadi beban ketika suku bunga naik dan akhirnya mengorbankan kebutuhan yang lebih penting.”
Alih‑alih membeli barang yang belum dibutuhkan, dosen tersebut menyarankan membangun dana darurat secara konsisten. Meski hanya menyisihkan nominal kecil, konsistensi akan membuahkan hasil. Ia menekankan pentingnya dana darurat untuk melindungi keluarga dari kondisi yang tidak terduga. “Masyarakat bisa mulai dari Rp 50‑100 ribu per minggu. Fokus pada kebiasaan menabung rutin, meskipun kecil. Jangan menunggu krisis untuk mulai menyiapkan perlindungan finansial,” ujarnya.
Untuk menghemat lebih banyak, Budi menyarankan memasak sendiri di rumah dan mengurangi kebiasaan nongkrong atau membeli kopi di kafe. Langkah sederhana ini dapat mengurangi pengeluaran bulanan secara signifikan.
Selain pekerjaan utama, Budi menekankan pentingnya memiliki penghasilan tambahan. Ia mengatakan, “Masyarakat bisa mulai dari langkah sederhana seperti membuka usaha kecil, pekerjaan lepas, atau jasa tambahan sambil belajar menyusun anggaran, memahami bunga utang, dan investasi dasar.” Ketergantungan pada satu sumber pendapatan membuat orang lebih rentan saat terjadi pemutusan hubungan kerja atau perlambatan ekonomi.
Dengan mengikuti saran Budi, masyarakat dapat menyesuaikan keuangan mereka terhadap nilai tukar yang melemah. Langkah-langkah sederhana seperti mengurangi utang konsumtif, menabung rutin, dan mencari penghasilan tambahan dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi pribadi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
