Salah Akhiri Karir di Liverpool, Bebas Transfer Musim 2026
Gambar atau konten salah?
Mohamed Salah akan mengakhiri masa berkarirnya di Liverpool pada akhir musim 2025/26. Meskipun kontrak masih satu musim lagi, ia bersedia tidak menerima gaji terakhirnya dan akan meninggalkan klub sebagai bebas transfer pada musim panas 2026.
Sejak bergabung di Liverpool pada tahun 2017, Salah tidak hanya mencetak rekor gol, tetapi juga membawa dampak sosial yang signifikan. Sebuah studi dari Universitas Stanford menemukan bahwa kehadirannya menurunkan tingkat kejahatan di kota tersebut sebesar 19% dan komentar anti-Muslim turun lebih dari setengahnya, yakni 50%.
Di lapangan, Salah sering menunjukkan kebiasaan islami yang menenangkan. Ia biasanya sujud syukur setelah mencetak gol dan pernah berbuka puasa di tengah lapangan saat final Liga Champions 2018/19. Tindakan sederhana ini membantu mengurangi stigma negatif terhadap Islam dan menegaskan toleransi antarumat beragama di Inggris.
Berangkat dari AS Roma, Salah memulai perjalanan barunya di Liverpool pada musim 2017/18. Sejak saat itu, ia menjadi pemain paling berpengaruh bagi klub, mencetak 189 gol dan memberikan 93 assist dalam 315 penampilan di Liga Inggris. Rata‑rata kontribusinya mencapai 2,13 poin per laga.
Di level Eropa, Salah juga sangat menonjol. Ia mencetak 47 gol dan 20 assist dalam 82 penampilan Liga Champions, serta menorehkan total 51 gol di kompetisi Eropa—rekor terbanyak dalam sejarah klub.
Penghargaan yang ia raih mencakup PFA Player of the Year pada musim 2017/18, 2021/22, dan 2024/25; FWA Footballer of the Year pada musim 2017/18, 2021/22, dan 2024/25; serta Premier League Goal of the Season pada musim 2021/22.
Kontraknya akan berakhir pada akhir musim 2025/26, namun ia memilih untuk tidak menerima gaji terakhirnya. Dengan status bebas transfer, klub lain tidak akan memperoleh biaya pengganti dari Liverpool ketika Salah pindah.
Keberadaan Salah di kota Liverpool tidak hanya menambah statistik gol, tetapi juga menurunkan angka kriminalitas dan kebencian. Ia menjadi contoh bagaimana seorang pemain dapat memengaruhi masyarakat di luar lapangan, sekaligus memupuk rasa saling menghormati antarumat beragama di Inggris.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz