Salah Kritik Liverpool, Riise & Carragher Tanggapi
Gambar atau konten salah?
Mohamed Salah baru saja mengunggah pesan di akun Instagram pribadinya. Dalam kiriman tersebut, ia menegaskan bahwa Liverpool harus kembali menampilkan gaya menyerang yang disebutnya “heavy metal”. Ia menulis: “Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim menyerang yang heavy metal yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang meraih trofi. Itulah sepakbola yang saya kuasai dan itulah identitas yang perlu dipulihkan dan dipertahankan selamanya. Itu tidak bisa ditawar dan semua yang gabung klub ini harus menyesuaikan diri.”
Pernyataan ini langsung memicu reaksi dari mantan bek sayap kiri The Reds pada era 2001‑2008, John Arne Riise. Ia mengaku terkejut dengan komentar tersebut. “Saya bertemu Salah beberapa kali, saya melihat dirinya sebagai pribadi yang menyenangkan, ramah, penuh respek, dan baik hati,” ujarnya. Ia menambahkan, “Itu mengapa, saya tidak habis pikir dengan komentarnya. Saya merasa, itu seperti ditulis oleh orang lain.” Riise menilai bahwa Salah seharusnya tetap diam sampai akhir musim dan bahwa ia sendiri akan keluar dari klub.
Selain itu, mantan pemain Jamie Carragher juga menyoroti perilaku Salah. Ia menilai bahwa Salah meniru jejak Cristiano Ronaldo yang pernah menentang Erik ten Hag beberapa tahun lalu. “Salah mengikuti jejak Cristiano Ronaldo yang menyerang Erik ten Hag beberapa tahun lalu,” kata Carragher.
Keseluruhan situasi ini menyoroti ketegangan yang muncul ketika seorang pemain publik mengkritik strategi manajer. Salah, yang sering dicadangkan dan pernah mengaku merasa “dilempar ke kolong bus” menjelang pertengahan musim, tampaknya tidak puas dengan pendekatan Arne Slot. Riise menegaskan, “Saya kesal karena Mohamed Salah setidaknya tidak bisa menunggu sampai musim selesai sebelum mengatakan hal-hal itu.” Ia menutup dengan, “Semua orang tahu dia akan pergi, jadi mengapa tidak menyimpan pendapat itu untuk diri sendiri?”
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana komentar publik dapat memicu reaksi keras dari mantan pemain dan menyoroti dinamika hubungan antara pemain, manajer, dan klub besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
