Samsung Galaxy A57 5G: Smartphone Kelas Menengah Premium

Tika M. · 5 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Samsung Galaxy A57 5G: Smartphone Kelas Menengah Premium

Gambar atau konten salah?

Samsung kembali hadir di pasar smartphone kelas menengah premium dengan Galaxy A57 5G. Ponsel ini menampilkan beberapa peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya. Desain yang lebih tipis, ketahanan air IP68, dan jaminan update software panjang menjadi sorotan utama. Namun, harga yang mulai mendekati Rp 9 juta menimbulkan pertanyaan: apakah Galaxy A57 5G benar-benar layak dibeli? Setelah diuji dalam penggunaan harian, ponsel ini terasa seperti smartphone yang fokus pada kenyamanan dan pengalaman jangka panjang, bukan sekadar adu spesifikasi.

Desain Galaxy A57 5G terasa lebih tipis dan ringan dibandingkan pendahulunya. Ketebalannya kini hanya 6,9 mm dan bobotnya 179 gram, membuatnya nyaman dipakai lama tanpa cepat pegal. Bingkai aluminium brushed memberi kesan premium khas flagship Samsung. Meskipun bezel bawah layar masih terlihat agak tebal dibanding rival di kelas harga yang sama, Samsung tetap menambahkan Gorilla Glass Victus+ sehingga layar terasa aman dan berkualitas tinggi untuk konsumsi konten sehari‑hari. Bentuknya yang ergonomis memudahkan satu tangan, dan pegangan yang rata membantu mengurangi kelelahan saat menatap layar berjam‑jam.

Samsung juga meningkatkan sertifikasi ketahanan menjadi IP68. Artinya, ponsel ini lebih aman dari debu dan cipratan air dibanding pendahulunya yang masih IP67. Ini menjadi nilai tambah penting bagi pengguna aktif yang sering mobile. Dengan perlindungan ini, Anda tidak perlu khawatir tentang kotoran atau tumpahan air di lingkungan kerja atau saat beraktivitas di luar ruangan. Namun, perlindungan ini tidak menjamin ponsel tidak akan rusak jika jatuh, jadi tetap hati‑hati.

Galaxy A57 5G menggunakan layar Super AMOLED+ 6,7 inci Full HD+ dengan refresh rate 120 Hz. Pengalaman scrolling media sosial, menonton video, hingga gaming terasa mulus dan nyaman di mata. Berkat bezel yang lebih ramping dan simetris, rasio screen‑to‑body sekitar 88,8 %. Kecerahan hingga 1.900 nit serta dukung HDR10+ dan fitur Vision Booster membuat layar tetap nyaman dipakai di luar ruangan, bahkan di bawah sinar matahari. Samsung turut menyediakan mode warna Vivid dan Natural agar pengguna bisa menyesuaikan tampilan sesuai selera. Tersedia pula fitur penting Eye Comfort Shield untuk membatasi paparan cahaya biru. Layar ini juga mendukung HDR10+ yang meningkatkan kontras dan detail warna, menjadikan pengalaman menonton film lebih hidup.

Samsung tidak mengubah konfigurasi kamera dibanding Galaxy A56, yakni kamera utama 50 MP dengan OIS, ultrawide 12 MP, dan makro 5 MP. Kamera depannya beresolusi 12 MP. Meski hardware‑nya sama, ada peningkatan di sisi pemrosesan gambar berkat ISP (Image Signal Processor) yang diperbarui. Hasil foto siang hari tampak tajam dengan dynamic range yang baik. Kamera ultrawide cukup memuaskan di kondisi terang, namun kinerjanya menurun saat pencahayaan minim. Foto low‑light secara keseluruhan sedikit lebih baik berkat peningkatan kemampuan Nightography. Untuk video, A57 5G mampu merekam hingga resolusi 4K 30fps dari kamera depan maupun belakang, termasuk ultrawide. Kamera belakang juga mendukung 1080p 60fps, meski stabilisasi hanya aktif pada mode 30fps. Ponsel ini mendukung perekaman HDR 10‑bit di kedua sisi. Pengguna dapat memanfaatkan mode portrait untuk hasil foto dengan depth effect yang lebih natural.

Galaxy A57 5G ditenagai chipset Exynos 1680 dengan GPU AMD Xclipse 550 berbasis RDNA 3. Dalam penggunaan sehari‑hari, performanya terasa lancar untuk multitasking, media sosial, editing ringan, hingga streaming. Namun untuk gamer hardcore, performanya belum bisa disebut istimewa. Beberapa game kompetitif masih terbatas di setting grafis tertentu. Pengujian benchmark menunjukkan lonjakan skor dibanding pendahulunya. Antutu: 1.341.650, 909.431, 718.697. Geekbench Single Core: 1.377, 1355, 1.152. Geekbench Multi Core: 4.411, 3780, 3.380. Kelebihan utamanya justru ada di manajemen suhu. Samsung berhasil membuat Galaxy A57 5G tetap adem saat dipakai lama berkat vapor chamber yang lebih besar. Vapor chamber membantu mengalirkan panas dari CPU dan GPU, sehingga tidak terjadi throttling saat sesi multitasking berat.

Baterai 5.000 mAh di Galaxy A57 5G mampu bertahan lebih dari sehari untuk penggunaan normal. Bahkan dalam pengujian, screen‑on time bisa mencapai sekitar 6 jam dengan refresh rate 120 Hz aktif. Kami melakukan pengujian menggunakan PCMark. HP ini menorehkan angka 15 jam 34 menit. Pengisian cepat 45W juga sudah tersedia, walaupun charger masih dijual terpisah. Pengisian dari 0–50% membutuhkan sekitar 22 menit, dan penuh 100% dalam 1 jam 15 menit. Penggunaan 45W memungkinkan pengisian cepat tanpa mengorbankan umur baterai, asalkan charger dan kabel yang digunakan kompatibel.

Galaxy A57 5G menjalankan Android 16 dengan One UI 8.5 langsung dari kotak. Samsung memberikan dukungan software yang sangat baik dengan janji 6 tahun OS upgrade dan 6 tahun security update, sehingga Galaxy A57 diprediksi tetap mendapat dukungan hingga Android 22. One UI 8.5 terasa halus dan responsif berkat optimasi 120 Hz, dengan tampilan Now Bar yang memberikan informasi dan saran personal berbasis AI untuk membantu manajemen tugas serta rutinitas harian. Untuk fitur AI, Galaxy A57 tidak sekaya seri flagship, tetapi tetap mendapatkan beberapa tools yang berguna sehari‑hari. Di antaranya adalah Generative Wallpapers, AI Select melalui Edge Panel untuk mengekstrak teks, membuat konten, serta Drag & Drop antar aplikasi di Multi‑Window. Ada juga Voice Recorder dengan transkripsi AI, Object Eraser yang lebih natural, Best Face untuk foto grup, dan Auto Trim otomatis untuk editing video. Fitur‑fitur ini cukup praktis meski tidak sekomprehensif di ponsel kelas atas. Pengguna dapat menikmati fitur‑fitur AI tanpa harus menginstal aplikasi tambahan, karena sudah terintegrasi dalam sistem. Secara keseluruhan, One UI 8.5 di Galaxy A57 menghadirkan pengalaman software yang premium dan future‑proof di segmen menengah. Kombinasi antarmuka yang nyaman, dukungan update panjang, serta fitur AI yang relevan membuatnya menjadi salah satu kekuatan utama perangkat ini.

Samsung Galaxy A57 5G adalah smartphone yang terasa matang dan nyaman dipakai sehari‑hari. Ia bukan perangkat paling kencang, bukan juga yang paling inovatif. Tapi hampir semua aspek dasarnya dikerjakan dengan baik. Kalau kamu mencari HP Samsung dengan desain premium, layar bagus, kamera stabil, software panjang, dan pengalaman harian yang minim drama, Galaxy A57 5G masih layak dipertimbangkan. Bagi pengguna Galaxy A55 atau seri lebih lama, upgrade ke Galaxy A57 5G terasa masuk akal. Tapi kalau masih memakai Galaxy A56, peningkatannya belum cukup besar untuk wajib upgrade. Pengguna yang sudah terbiasa dengan A56 mungkin tidak merasakan perbedaan signifikan, namun bagi yang ingin pengalaman baru, A57 menawarkan nilai tambah yang cukup.

Perangkat ini menonjolkan keseimbangan antara desain, performa, dan dukungan jangka panjang. Dengan layar yang responsif, kamera yang stabil, baterai yang tahan lama, serta update software selama enam tahun, Galaxy A57 5G menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan dan keandalan. Untuk mereka yang masih menggunakan model lama, upgrade ke A57 dapat memberikan pengalaman yang lebih baik tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Namun bagi yang sudah memakai model terbaru, perbedaan mungkin tidak cukup signifikan untuk memaksa upgrade.

Samsung Galaxy A57 5GLayar Super AMOLED+ 6,7 inci 120HzChipset Exynos 1680 + GPU AMD Xclipse 550Baterai 5.000 mAh & Pengisian cepat 45WUpdate OS 6 tahun (Android 16 & One UI 8.5)Ketahanan air IP68Fitur AI One UI 8.5

Komentar

Memuat komentar...