Satgas 153 Desa Banyuasin Antisipasi Kebakaran El Nino 2026

Ani R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Satgas 153 Desa Banyuasin Antisipasi Kebakaran El Nino 2026

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 153 desa. Langkah ini bertujuan mengantisipasi dampak El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026.

Menurut Bupati Banyuasin Sumatera Selatan Askolani, pembentukan satgas tersebut merupakan upaya strategis guna memperkuat mitigasi di wilayah rawan kebakaran. “Alhamdulillah kita Pemkab Banyuasin telah membentuk 153 Desa Tangguh Kebakaran di seluruh Banyuasin. Satgas ini melibatkan masyarakat lokal dan perusahaan yang beroperasi di tiap kecamatan agar siaga setiap saat jika muncul titik api,” katanya kepada wartawan, Senin (27 April 2026).

Askolani menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino dengan kategori moderat hingga kuat diperkirakan mulai terjadi pada periode Mei hingga Juli 2026.

“Kondisi tersebut diprediksi akan memperparah musim kemarau di wilayah Sumatera Selatan, khususnya pada Agustus dan September. Curah hujan pun diperkirakan berada di bawah normal atau lebih kering dibandingkan rata-rata tahunan,” ungkapnya.

Menurut Askolani, Kabupaten Banyuasin menghadapi tantangan tersendiri karena wilayahnya didominasi lahan gambut. Lahan gambut ini memerlukan perhatian ekstra karena jika terbakar, pemadamannya jauh lebih sulit dan memakan waktu lama.

“Kabupaten Banyuasin merupakan pemilik lahan gambut terluas kedua di Sumatera Selatan. Karakteristik lahan ini memerlukan perhatian ekstra karena jika terbakar, pemadamannya jauh lebih sulit dan memakan waktu lama,” jelasnya.

Program Desa Tangguh Kebakaran menggabungkan upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Melalui kolaborasi ini, Pemkab Banyuasin berharap dapat menekan jumlah titik panas (hotspot) serta mencegah terjadinya kabut asap yang berdampak pada aktivitas dan kesehatan masyarakat.

“Dengan antisipasi dini, Pemkab Banyuasin berharap dapat menekan jumlah titik panas (hotspot) serta mencegah terjadinya kabut asap,” tutupnya.

Program ini diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan di Banyuasin, sekaligus menurunkan dampak negatif kabut asap bagi masyarakat setempat.

Satgas KebakaranEl NinoLahan GambutDesa Tangguh KebakaranMitigasi KarhutlaKabut AsapBMKGMusim Kemarau

Komentar

Memuat komentar...