Saus Tiram: Sejarah, Varian, dan Pengaruh di Indonesia
Gambar atau konten salah?
Di dapur Indonesia, saus tiram sering dipakai sebagai bumbu dasar, baik untuk tumisan ala China maupun hidangan lain. Bahan ini memberi rasa gurih dan aroma harum yang khas.
Warna saus ini cokelat gelap dan teksturnya sangat kental. Karena keunikan rasanya, saus ini menjadi pilihan utama dalam banyak resep tumisan sayur maupun protein.
Sejarahnya bermula pada tahun 1888 di Nanshui, Guangdong, China. Penemuannya dikreditkan kepada Lee Kum Sheung, yang kemudian mendirikan perusahaan Lee Kum Kee. Nama “tiram” memang menimbulkan pertanyaan tentang bahan aslinya.
Menurut laporan Says (15 April 2026), saus tiram aslinya memang dibuat dari tiram. Proses pembuatan melibatkan tiram direbus hingga airnya mengental, lalu diolah menjadi saus kental berwarna gelap.
Rasa gurih saus tiram asli berasal dari sari tiram yang terkonsentrasi. Namun, praktik ini sudah jarang terjadi di masa kini. Saat ini, banyak produsen menambahkan bahan lain untuk menyesuaikan rasa dan tekstur.
Menurut Hot Thai Kitchen, saus tiram modern mengandung ekstrak tiram, gula, garam, air, kecap, dan tepung maizena. Tepung maizena bertugas menambah kekentalan, sementara bahan tambahan menyesuaikan cita rasa dan harga.
Belakangan, muncul varian vegetarian yang tidak mengandung tiram sama sekali. Versi ini menggunakan jamur shiitake sebagai sumber umami, sehingga tetap memberi rasa khas tanpa bahan laut.
Dengan sejarah panjang dan variasi bahan, saus tiram tetap menjadi komponen penting dalam masakan China, sekaligus menyesuaikan kebutuhan konsumen modern.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
