Simpang Susun Cileunyi: Motor Tersesat Karena Rambu Bocor
Gambar atau konten salah?
Simpang Susun Cileunyi menjadi titik panas bagi para pemudik, terutama pengendara motor. Pada Senin 23 Maret 2026, sekitar pukul 10.30 WIB, banyak motor dari arah Garut yang tersesat di persimpangan ini. Ketidakjelasan petunjuk dan ketidaktahuan banyak pengendara membuat mereka secara tidak sengaja mengikuti arus kendaraan roda empat.
Rambu-rambu yang sudah dipasang di luar persimpangan menunjukkan bahwa jalur kiri mengarah ke Gerbang Tol Cileunyi. Namun, di tengah kepadatan lalu lintas, rambu tersebut tidak cukup mencolok. Akibatnya, motor berbelok ke kiri menuju jalur khusus kendaraan roda empat, padahal jalur tersebut tidak diperuntukkan bagi motor.
Beberapa pengendara yang terlanjur masuk ke jalur tersebut akhirnya diberi tahu oleh warga di bawah simpang. Mereka terpaksa memutar balik dan kembali ke jalur utama untuk melanjutkan perjalanan. Situasi ini menambah beban lalu lintas di area persimpangan.
“Tidak ngeuh, kirain jalur yang sama,” kata Muhammad Dindin (34), warga Garut. Ia mengaku, meski sudah beberapa kali melintas di kawasan tersebut, ia masih kerap terkecoh. “Sudah sering lewat kesini, tapi suka gak fokus saja jadi belok kiri,” ujarnya.
Foto udara simpang susun Jalan Tol Purbaleunyi dan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin 24 Januari 2022, menampilkan kompleks persimpangan yang ramai. Pada hari yang sama, Gubernur Jawa Barat bersama Kementerian PUPR meresmikan Jalan Tol Cisumdawu seksi I Cileunyi-Pamulihan yang memiliki panjang 11,71 kilometer. Tol ini dijanjikan gratis bagi masyarakat selama dua pekan.
Ia pun menilai perlu adanya penambahan rambu lalu lintas yang lebih jelas dan mudah terlihat oleh pengendara. “Iya ada rambu tapi di atas, di bawah enggak ada, bukan cuman saya banyak yang lain juga nyasar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Juni (26), yang juga menilai rambu-rambu di kawasan Simpang Susun Cileunyi masih kurang memadai. “Harus di tambah, siang aja banyak yang nyasar apalagi malam,” ujarnya. Menurutnya, penambahan rambu penunjuk arah menuju jalur arteri sangat dibutuhkan agar pemudik tidak lagi salah jalur. “Kurang rambu-rambunya, harus rame supaya pas pemudik masuk sini gak nyasar ke tol,” pungkasnya.
Tidak hanya motor, sejumlah mobil juga terlihat kebingungan dalam menentukan jalur. Beberapa kendaraan bahkan sempat berhenti mendadak saat memasuki area simpang susun, terutama ketika harus memilih antara jalur kiri menuju tol atau jalur lurus ke arah Cibiru. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas jika tidak segera diantisipasi.
Situasi ini menunjukkan pentingnya penempatan rambu yang jelas di persimpangan padat. Perbaikan petunjuk arah dapat mengurangi kebingungan pengendara dan menjaga kelancaran arus lalu lintas di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
