Siomay Bang Sule Balik Pasar: Foto Ikan Tenggiri Buktikan
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, penjual siomay yang menggunakan ikan tenggiri menghadapi persaingan dari oknum yang memanfaatkan ikan sapu-sapu untuk menurunkan harga. Ikan sapu-sapu, meski melimpah, menimbulkan dampak negatif pada ekosistem sungai dan berpotensi mengandung bahan berbahaya bagi konsumen.
Seorang penjual siomay, Siomay Bang Sule, mengakui bahwa pelanggan mulai meragukan kualitas siomay yang ia jual. Untuk mengatasi keraguan tersebut, ia memutuskan cara unik: memajang foto selfie bersama ikan tenggiri di gerobaknya.
Berikut kutipan langsung dari akun X @txtdrkuliner pada 02 Juni 2026: Siomay langganan gue sampe pasang foto bareng sama ikan tenggiri biar nggak dibilang dari ikan sapu-sapu.
Cuitan ini langsung menarik perhatian banyak orang.
Foto yang dibagikan menampilkan dua potret besar. Yang pertama menunjukkan penjual berdiri di depan ikan tenggiri mentah yang utuh. Foto kedua menampilkan penjual bersama anak-anaknya, semua menatap kamera dengan ekspresi bangga.
Lokasi gerobak siomay ini berada di Jalan Kebon Sirih Barat I, Menteng, Jakarta Pusat. Meskipun tidak terdaftar di Google Maps, pelanggan dapat menemukannya dengan menanyakan arah ke Jahe 88. Siomay Bang Sule buka mulai pukul 12 siang hingga sore hari.
Menu yang ditawarkan mirip dengan penjual siomay lain: siomay, tahu, kentang, kol, dan telur. Sambal kacangnya pedas, gurih, dan mlekoh. Harga per porsi berkisar antara Rp 15.000 – Rp 20.000.
Cuitan penjual ini dilihat sebanyak 2,1 juta kali dan mendapat 103 ribu pengguna X yang menyukai. Ratusan komentar muncul di bawahnya.
Beberapa komentar netizen antara lain: Bang sebagai langganan pasti kamu sudah percaya kalau pakai ikan tenggiri kan?
dan balasan: Percaya karena berasa ikannya.
Ada juga komentar: Gemas banget ada foto bapaknya, ikan tenggiri, sama anak-anaknya. Semoga lancar terus dagangannya dan nggak ada yang fitnah pak.
Dengan menampilkan bukti visual, Siomay Bang Sule berhasil memulihkan kepercayaan pelanggan. Metode ini juga menunjukkan bahwa penggunaan ikan tenggiri, meski lebih mahal, tetap menjadi pilihan bagi mereka yang mengutamakan kualitas. Di tengah persaingan harga, transparansi menjadi kunci untuk mempertahankan pelanggan setia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
