SIPASTI Diluncurkan: Posyandu Sukabumi Berbasis Digital
Gambar atau konten salah?
SIPASTI, singkatan dari Sistem Informasi Posyandu Terintegrasi Kabupaten Sukabumi, telah diluncurkan secara resmi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi. Inovasi ini menandai perubahan besar dalam layanan Posyandu, yang kini sepenuhnya berbasiskan teknologi digital.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Masykur Alawi, kehadiran SIPASTI menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Ia menegaskan, “Atas arahan Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati, kami terus berinovasi. Melalui aplikasi SIPASTI, seluruh kegiatan Posyandu kini bertransformasi ke arah digital. Mulai dari pencatatan, pelaporan, pemantauan sasaran, hingga edukasi kesehatan masyarakat kini dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien,” ujar Masykur dalam keterangannya, 21 Mei 2026.
Pengembangan aplikasi ini tidak dilakukan sembarangan. Masykur menjelaskan, “Aplikasi ini memang kami rancang dengan fitur komprehensif untuk mempermudah kerja kader di lapangan. Di dalamnya sudah mencakup pendataan umum KK dan kesehatan keluarga, kepemilikan sarana sanitasi dasar (sarsandas), jaminan kesehatan, sampai rekam medis warga,” paparnya.
Keberadaan SIPASTI membawa dua misi utama. Pertama, memudahkan manajemen kader; kedua, meningkatkan kepuasan layanan bagi masyarakat. Masykur menambahkan, “Bagi kader, inovasi ini mempermudah pencatatan, pelaporan, serta meningkatkan kapasitas mereka soal teknologi digital. Ini juga sangat mendukung kami dalam pengambilan keputusan berbasis data yang akurat. Sedangkan bagi masyarakat, pelayanan Posyandu jadi lebih cepat, terutama untuk mengoptimalkan pemantauan tumbuh kembang anak,” jelas Masykur.
Dinkes Kabupaten Sukabumi menargetkan agar seluruh Posyandu dapat naik kelas menjadi pusat layanan kesehatan yang modern, efektif, dan responsif berkat integrasi data yang mumpuni. Ia menegaskan, “Ini adalah langkah konkret kami. SIPASTI diharapkan mampu mendukung percepatan penurunan angka stunting, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Sukabumi yang sehat, maju, dan berdaya,” pungkasnya.
Dengan sistem ini, proses administrasi manual yang lama digantikan oleh pencatatan digital, pelaporan otomatis, dan pemantauan real‑time. Kader dapat mengakses data keluarga secara cepat, memantau status sanitasi, dan mencatat riwayat medis warga tanpa harus menulis di kertas. Masyarakat, di sisi lain, dapat menerima edukasi kesehatan secara langsung melalui aplikasi, mempercepat akses ke layanan, dan memantau perkembangan anak secara teratur.
Secara keseluruhan, SIPASTI menandai langkah signifikan dalam transformasi pelayanan kesehatan di Sukabumi. Aplikasi ini tidak hanya mempermudah kerja kader, tetapi juga memberikan data akurat bagi pengambil keputusan, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan dan menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
