Siswa Aceh Dapet 11 Tawaran Universitas Australia New Zealand
Gambar atau konten salah?
Qarira Qurrtu Aini, siswi SMA Negeri Tunas Bangsa di Aceh Barat Daya, terlihat biasa‑biasa di kelas. Namun di balik penampilannya, ia berhasil menorehkan prestasi akademik yang mengesankan. Pada tanggal 25 April 2026, ia mengumumkan bahwa ia telah menerima 11 Letter of Offer atau Letter of Acceptance (LoA) dari universitas‑universitas luar negeri.
Semua tawaran tersebut berasal dari kampus‑kampus di Australia dan Selandia Baru. “Alhamdulillah, saya sudah mendapat 11 Letter of Offer atau Letter of Acceptance (LoA) dari 11 universitas di Australia dan New Zealand,” kata Qarira, dikutip dari laman Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Aceh Barat Daya pada hari Sabtu. Ia akan memutuskan di antara perguruan tinggi tersebut dalam waktu dekat.
Qarira memilih program sarjana (S1) dengan beragam jurusan. Namun, bidang psikologi menjadi fokus utama yang paling banyak ia lamar. “Program yang saya ambil adalah bachelor’s degree atau S1. Jurusan‑jurusan yang saya ambil juga beragam, akan tetapi mayoritasnya adalah psikologi,” jelasnya.
Keputusan kuliah di luar negeri tidak datang secara tiba‑tiba. Sejak semester 1 kelas 11, ia sudah yakin ingin melanjutkan studi di luar negeri. Ia pernah mencoba program student exchange, namun gagal. “Waktu itu saya gagal mengikuti program TechGirls—sebuah program pertukaran pelajar perempuan di Amerika Serikat,” ungkapnya. Setelah itu, ia meminta bimbingan guru tentang cara berkuliah di luar negeri. Dari situ, ia mulai menyiapkan dokumen‑dokumen penting, mulai dari sertifikat bahasa Inggris hingga dokumen lain.
Perjalanannya cukup lancar. Ia memperoleh skor IELTS 6.5, yang semakin memperkuat tekadnya untuk mendaftar ke luar negeri. “Pada bulan 1 sampai 3 saya mulai aktif mendaftar ke kampus‑kampus luar negeri. Alhamdulillah, saya berhasil mendapatkan 11 LoA, walaupun saya ditolak di satu universitas, yaitu NTU (Nanyang Technological University), Singapura,” tambahnya.
Berikut adalah daftar 11 kampus yang menerima Qarira:
- Bond University
- University of Wollongong
- Western Sydney University
- Curtin University
- RMIT University
- Swinburne University of Technology
- University of Otago
- Lincoln University
- Auckland University of Technology
- University of Canterbury
- Victoria University of Wellington
Selama ini, ia sedang berusaha mendapatkan beasiswa penuh, salah satunya lewat Beasiswa Garuda. Banyak universitas yang hanya menawarkan beasiswa parsial. “Saya masih berusaha untuk mencari beasiswa di kampus lain. Sekarang saya sedang mengumpulkan berkas untuk pendaftaran beasiswa Garuda dan juga mendaftar di universitas Hong Kong, yaitu PolyU (Hong Kong Polytechnic University) karena saya mengincar beasiswa penuh,” ungkapnya.
Dengan tekad yang kuat dan persiapan yang matang, Qarira menunjukkan bahwa peluang belajar di luar negeri bukan hanya impian, tetapi juga dapat direalisasikan melalui kerja keras dan perencanaan yang baik. Ia kini menunggu keputusan akhir dan berharap dapat memulai studi di salah satu universitas yang telah menawarkannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
