Siswa Indonesia Tiga Langkah ke Hall of Fame NASA Pengakuan
Gambar atau konten salah?
Pada Jumat (24 April 2026), dua siswa Indonesia mendapat pengakuan internasional setelah menemukan celah keamanan di sistem NASA.
Rehan, siswa SMAN 8 Pinrang, mengikuti Program Pengungkapan Kerentanan (Vulnerability Disclosure Program) pada Januari 2026. Ia sempat ragu, namun percaya bahwa setiap sistem memiliki kelemahan.
Ia mengutip, Awalnya saya mendengar adanya VDP (Vulnerability Disclosure Program) yang diadakan oleh NASA dan berhasil menemukan kerentanan atau bug pada sistem mereka,
Rehan menjelaskan, Alhamdulillah saya bisa tahap mengambil username dari website NASA dan Atas dedikasi ini, saya mendapatkan apresiasi resmi dan nama saya tercatat dalam Hall of Fame NASA,
Sejak SMP, Rehan belajar IT secara mandiri melalui Google dan YouTube. Awalnya menggunakan ponsel, dukungan orang tua memungkinkan ia beralih ke laptop.
Selain penghargaan NASA, ia pernah menerima pengakuan dari Kementerian Komunikasi dan Digital serta institusi luar negeri seperti TU Dresden, University of Oslo, dan San Diego State University.
Rehan menekankan, Semua masih terkait dengan keamanan siber, dan ia berencana terus mengasah kemampuan untuk memberi manfaat.
Sementara itu, Firoos Ghathfaan Ramadhan, siswa kelas 8 SMP IT Alamy Subang, juga menemukan celah keamanan NASA menggunakan teknik Open Source Intelligence (OSINT).
Ia menyatakan, Aku tuh bareng temen-temen dari komunitas spectra.id itu tuh bareng-bareng banyakan. Aku teh belajar bareng, nge-Zoom bareng. Nah, pas dapetnya juga barengan, tapi ada juga yang nggak dapat, ditolak sama NASA-nya,
Firoos mengaku melakukan pencarian ini untuk meningkatkan peluangnya mendapatkan ASEAN Scholarship, sehingga dapat melanjutkan studi di SMA di Singapura.
Kedua kisah ini menyoroti bagaimana siswa Indonesia, meski masih muda, dapat memanfaatkan pengetahuan siber untuk meraih pengakuan global.
Penghargaan NASA menempatkan mereka dalam Hall of Fame, sebuah daftar yang mencatat kontribusi penting terhadap keamanan sistem luar angkasa.
Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya program pengungkapan kerentanan dan pelatihan siber bagi generasi muda.
Dengan dukungan keluarga, akses belajar, dan tekad, siswa-siswa ini menunjukkan bahwa peluang di bidang keamanan siber tidak terbatas pada profesional senior.
Kisah mereka menginspirasi pelajar lain untuk terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi pada keamanan digital global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Masih Misteri
Jadwal Libur Kenaikan Kelas 2026 Resmi dari 14 Provinsi
74,4% Orang Tua Nilai SPMB 2026 Mudah Dipahami
Brevet Pajak AB Online, Bantu Karyawan Muda Kuasai Perpajakan
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
4 PTS Indonesia Masuk QS WUR 2027, BINUS Tertinggi
Berita Terbaru
Balita Selamat dari Kobaran Api, Paman Jadi Pahlawan
Kanada vs Maroko: Laga Pembuka 16 Besar
SD Sepi, SMP-SMA Penuh, Pendaftaran Sekolah Rakyat Ponorogo Timpang
Menpora Beri Penghargaan Tertinggi ke Modifikator Otomotif
Pertamina Tahan Harga Pertamax, Ekonom Ungkap Alasannya
8 Kabupaten Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla
Waspada, Ini Tanda Kecanduan Judi Online
