SMAPA Juara Umum 1 di Kompetisi Folklore Thailand

Teguh A. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 110 dibaca
Bisik.id
SMAPA Juara Umum 1 di Kompetisi Folklore Thailand

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Generasi muda Indonesia kini tidak hanya bersaing di tingkat internasional, melainkan juga menjadi duta budaya yang membanggakan di panggung dunia. Tim Ratoh Jaroe SMA Negeri 4 Semarang (SMAPA) berhasil meraih Juara Umum 1 dan dinobatkan sebagai Excellent Performance dalam kompetisi Luang Pu Suang International Folklore Contest Thailand.

Acara tersebut digelar di Sisaket, Thailand, pada 08 April 2026. Selain Indonesia sebagai juara umum, Sri Lanka menempati posisi Juara 1 dan Laos menorehkan Juara 2. Panggung Sisaket menjadi saksi semangat dan harmoni Ratoh Jaroe yang menggema, membawa nama Indonesia semakin dikenal dan dihargai di mata dunia.

Tim SMAPA terdiri dari 13 siswa yang membawakan tarian Ratoh Jaroe dari Aceh. Penampilan mereka selama 15 menit mampu memukau penonton serta peserta dari berbagai negara. Dengan kekompakan gerak, energi yang konsisten, dan penghayatan yang kuat, tim ini menonjol di antara peserta dari India, Sri Lanka, Laos, Filipina, Hungaria, Bulgaria, Korea Selatan, Turki, dan tuan rumah Thailand.

Penampilan Ratoh Jaroe SMAPA menampilkan koreografi dinamis yang berpadu dengan iringan alat musik rapai. Perkusi khas Aceh tersebut dimainkan secara langsung oleh pelatih, dipadu dengan syair religius dan vokal para penari, menciptakan harmoni ritmis yang kuat dan memikat. Tim ini mempersembahkan bentuk penampilan Ratoh Pukat, gabungan antara Tari Ratoh Jaroe dengan Tarek Pukat.

Pelatih Tim Ratoh Jaroe SMAPA, Zulfikar, mengungkapkan rasa bangga atas capaian anak didiknya. “Ini bukan hanya tentang menang, tetapi tentang bagaimana kami membawa identitas budaya Indonesia dengan penuh kebanggaan. Anak-anak tampil dengan disiplin, totalitas, dan dengan hati. Itu yang membuat mereka berbeda,” kata Zulfikar dalam keterangan tertulisnya, 09 April 2026.

Antusiasme juga datang dari penonton. “Indonesia really is amazing, the dance performance was so beautiful. We’ve never seen anything like it before,” ujar Warin Tansita, salah seorang penonton.

Momen istimewa terjadi ketika tim SMAPA membawakan gerakan yang diiringi lagu tradisional Thailand, Loy Krathong. Penampilan tersebut berhasil membangun kedekatan emosional dengan penonton, yang spontan ikut bernyanyi bersama. Bahkan, peserta dari Sri Lanka kerap memberikan pujian dalam setiap kesempatan. “Your dance group was nice, and your costume it was beautiful,” ungkap Enuka Gunasena, penari asal Sri Lanka.

Ketua Tim Ratoh Jaroe SMAPA, Zafira Luwi Anindya, menuturkan bahwa proses panjang tersebut menjadi kunci kekompakan tim. “Kami menjalani latihan dengan konsisten dan penuh komitmen. Setiap gerakan tidak hanya dihafal, tapi dihayati,” katanya.

Sementara itu, Humas Tim Ratoh Jaroe SMAPA, Najla Ranaa Maritza Wibowo dan Bunga Berliana Shanika Karin menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim. “Kami bersyukur bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia. Ini bukan hanya kemenangan tim, tetapi juga bentuk cinta kami terhadap budaya bangsa. Setiap penampilan kami dedikasikan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia,” ujar Najla. “Respons penonton yang luar biasa menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tambah Bunga.

Berikut nama 13 siswa yang tergabung dalam tim ini: Almira Silmi Hidayatunnisa, Amara As Aluka Billah, Bunga Berliana Shanika Karin, Cahyati Maura Ardiningrum, Jadaeiradinda Haidar, Jessie Putri Aulya Fadhillah, Keisha Zevania Wihelmina, Meyla Dwi Vera, Miranda Aline Satoto, Mutiara Zatil Aqmara Wijanarko, Najla Ranaa Maritza Wibowo, Reva Cahya Arafah, dan Zafira Luwi Anindya.

Keikutsertaan Tim Ratoh Jaroe SMAPA dalam misi budaya ini mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Semarang dan berbagai pihak. Tim Ratoh Jaroe akan berada di Thailand selama sembilan hari. Mereka terbang ke Thailand sejak 04 April 2026 lalu. Selain mengikuti kompetisi di Sisaket, tim juga tampil di Nakhon Ratchasima, Surin, Buriram, Bangkok, dan Saraburi.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa generasi muda Indonesia mampu menampilkan kebudayaan dengan profesionalisme tinggi. Penampilan yang memukau di tingkat internasional memperlihatkan bahwa tarian tradisional Aceh dapat bersaing di panggung dunia, sekaligus mempererat hubungan budaya antarnegara melalui seni.

Ratoh JaroeSMAPAJuara Umum 1Luang Pu Suang International Folklore Contest ThailandAcehbudaya Indonesiakompetisi internasional

Komentar

Memuat komentar...