SNBP 2026: 155.543 Siswa Lolos, 20% Penerimaan, Kesehatan

Wulan M. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 183 dibaca
Bisik.id
SNBP 2026: 155.543 Siswa Lolos, 20% Penerimaan, Kesehatan

Gambar atau konten salah?

155.543 siswa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dari total 774.263 peserta. Persentase yang berhasil masuk adalah 20,09 %.

Mayoritas siswa yang diterima berada di prodi pilihan 1. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa 142.212 peserta masuk ke program pilihan pertama, sementara 13.331 masuk ke program pilihan kedua.

Menurut data SNPMB, sepuluh fakultas dan program yang paling diminati oleh peserta SNBP 2026 didominasi oleh bidang kesehatan. Prodi kedokteran, pendidikan dokter, keperawatan, dan farmasi menduduki posisi teratas. Diikuti oleh program teknik dan hukum. Berikut rincian penerimaan per fakultas:

  • Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung – 2.022 pendaftar, 95 diterima
  • Pendidikan Dokter, Universitas Indonesia – 1.943 pendaftar, 60 diterima
  • Kedokteran, Universitas Gadjah Mada – 1.899 pendaftar, 53 diterima
  • Sekolah Teknik Elektro dan Informatika‑Komputasi, Institut Teknologi Bandung – 1.847 pendaftar, 52 diterima
  • Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Institut Teknologi Bandung – 1.621 pendaftar, 76 diterima
  • Farmasi, Universitas Padjadjaran – 1.621 pendaftar, 50 diterima
  • Ilmu Keperawatan, Universitas Padjadjaran – 1.603 pendaftar, 58 diterima
  • Kedokteran, Universitas Airlangga – 1.546 pendaftar, 63 diterima
  • Hukum, Universitas Diponegoro – 1.530 pendaftar, 184 diterima
  • Ilmu Hukum, Universitas Indonesia – 1.420 pendaftar, 114 diterima

Di antara perguruan tinggi negeri yang dikenal sebagai “kampus keguruan” atau berasal dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), empat institusi masuk ke dalam 10 PTN favorit jalur SNBP 2026. Keempatnya juga masuk top 5. Peringkat dan jumlah peminatnya adalah:

  • 1. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) – 53.311 peminat
  • 2. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) – 53.237 peminat
  • 5. Universitas Negeri Semarang (Unnes) – 41.556 peminat
  • 7. Universitas Sebelas Maret (UNS) – 40.042 peminat

Prof Eduart Wolok menambahkan, “Animo ini antara lain dipengaruhi lokasi kampus yang berada di provinsi padat penduduk, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.” Ia juga menyoroti transformasi perguruan tinggi keguruan menjadi universitas dengan program lebih beragam, termasuk kedokteran. “Ini mengindikasikan bahwasannya kualitas perguruan tinggi di Indonesia semakin merata dan itu bisa dilihat dari animo pendaftar yang juga makin merata,” ujarnya pada konferensi pers hasil SNBP dan KIP Kuliah di Kantor Kemdiktisaintek, Jl Pintu I Senayan, Jakarta Pusat, 31 Maret 2026.

Di sisi lain, 53.897 siswa yang lolos SNBP 2026 juga terdaftar di program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Total pendaftar SNBP dengan KIP Kuliah mencapai 273.980 siswa. Pihak Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan (PPAPT) Kemdiktisaintek, yang dipimpin oleh Prof Sandro Mihradi, menjelaskan prosedur selanjutnya. “Jika pendaftar KIP Kuliah lolos SNBP, daftar ulang di PTN penerima. Kemudian, tunggu proses verifikasi dan validasi kampus masing‑masing berdasarkan dokumen pendaftaran. Pihak kampus juga bisa melakukannya lewat visitasi atau wawancara,” kata beliau.

Prof Mihradi menegaskan, “Memang metodenya diserahkan kepada masing‑masing perguruan tinggi negeri. Namun tentu saja ini sesuai dengan data yang memang mereka upload, mereka masukkan ke dalam sistem.” Ia menambahkan, “Nah kalau berdasarkan tahun‑tahun sebelumnya, umumnya sih lolos banyak, mayoritas lolos, hanya pencilan sedikit yang tidak lolos.”

Ia menekankan pentingnya tahapan verifikasi dan validasi. “Ini guna memastikan penerima memang berhak mendapat bantuan biaya uang kuliah tunggal (UKT) dan tunjangan hidup.” “Jadi verifikasi dan validasi ini sebenarnya salah satu bentuk kehati‑kita juga untuk mengkonfirmasi, memastikan bahwa memang kita ini tetap tepat sasaran,” ujarnya.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa SNBP 2026 menghasilkan penerimaan yang cukup merata di berbagai wilayah, dengan mayoritas siswa memilih program kesehatan. Perguruan tinggi keguruan juga menunjukkan daya tarik yang kuat, sementara program KIP Kuliah menambah lapisan dukungan finansial bagi mahasiswa. Proses verifikasi yang ketat memastikan bahwa bantuan tersebut sampai kepada yang berhak, menegaskan komitmen pemerintah terhadap kualitas dan keadilan pendidikan tinggi di Indonesia.

SNBP 2026Program KesehatanKIP KuliahPerguruan Tinggi KeguruanVerifikasi PenerimaanPendidikan Tinggi IndonesiaProvinsi Jawa

Komentar

Memuat komentar...