SNBT 2026 Buka Pendaftaran, Kuota SNBP Dipindah ke SNBT

Bayu K. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 152 dibaca
Bisik.id
SNBT 2026 Buka Pendaftaran, Kuota SNBP Dipindah ke SNBT

Gambar atau konten salah?

SNBT 2026 membuka pendaftaran bagi siswa yang tidak berhasil masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Pendaftaran masih berlangsung hingga 7 April 2026 pukul 15.00 WIB. Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa kuota SNBP yang tidak terisi akan dipindahkan ke kuota SNBT.

Prof. Eduart Wolok, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, menegaskan bahwa sisa kuota SNBP 2026 akan sepenuhnya dialihkan ke kuota SNBT 2026. Ia mencontohkan situasi: sebuah program studi dengan total kuota 100 mahasiswa, di mana 30 kuota dialokasikan untuk SNBP dan 40 untuk SNBT. Jika hanya 25 mahasiswa yang terisi melalui SNBP, maka 5 kuota akan ditambah ke SNBT, sehingga menjadi 45 mahasiswa. “Sisa di SNBT pun, misalnya kalau ada yang tidak terisi, itu baru akan ditambahkan di jalur mandiri. Jadi tidak akan mungkin penambahannya lebih dari 100,” ujarnya.

Ketentuan baru untuk SNBT 2026 mengharuskan calon pendaftar memilih kota atau wilayah UTBK saja, bukan pusat UTBK langsung. Eduart menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mencegah kecurangan lewat perjokian. Menurut analisisnya, modus joki biasanya terjadi di pusat UTBK yang sudah ditentukan dan pada sesi yang sama. “Ini yang ingin kami hindari,” tambahnya.

Jika kuota suatu kota atau wilayah UTBK penuh, pihaknya akan menambah kuotanya. Hal ini bertujuan memastikan peserta tetap dapat mengikuti ujian di kota atau wilayah pilihan mereka. Panitia SNPMB, yang dipimpin oleh Rizky Yanuar, menegaskan bahwa pendaftar SNBT tidak perlu panik. Mereka dapat memilih kota atau wilayah lain yang tidak sesuai domisili jika kuota kota atau wilayah UTBK awal berstatus “Penuh.”

Rizky juga menjelaskan prosedur penggantian kota atau wilayah UTBK. Selama belum membayar biaya pendaftaran UTBK SNBT, peserta masih dapat mengganti pilihan. Cara mengganti kota atau wilayah UTBK adalah dengan menunggu slip pembayaran UTBK kedaluwarsa 2 x 24 jam. “Pastikan penggantian tidak mepet dari batas waktu pendaftaran SNBT,” sarannya. Ia menambahkan, “Jika masih awal-awal seperti ini masih bisa mengganti prodi, masih bisa ganti kota/wilayah UTBK, selama belum dibayar ya, ditunggu kedaluwarsa.”

Perubahan kuota juga memengaruhi jalur mandiri. Jika setelah penyesuaian SNBT masih ada kuota kosong, maka kuota tersebut akan ditambahkan ke jalur mandiri. Dengan demikian, total kuota tetap tidak melebihi 100 mahasiswa.

Selain itu, KIP Kuliah 2026 mengalami perubahan signifikan. Mulai 2026, tidak ada lagi kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah per perguruan tinggi. Menurut Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan (PPAPT) Kemdiktisaintek, Prof. Sandro Mihradi, “Sepanjang dia lolos SNPMB dan dia masuk ke dalam kriteria desil 1 dan (hingga) 4, itu dipastikan akan dapat.” Hal ini memberikan kepastian lebih dini bagi penerima KIP Kuliah.

Prof. Mihradi menekankan bahwa pendaftar KIP Kuliah yang lolos SNPMB tetap akan menjalani verifikasi dan validasi berdasarkan dokumen ekonomi dan lainnya yang disertakan pada sistem KIP Kuliah. Tujuannya adalah agar bantuan pendidikan ini tepat sasaran. Ia menegaskan, “Jadi bagi para calon penerima, tidak perlu khawatir sepanjang memang apa adanya, karena kita akan sesuaikan dengan berdasarkan data yang memang ada.”

Proses verifikasi atau validasi dapat melibatkan wawancara, visitasi, atau prosedur lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN. Pihak penyelenggara mengajak calon penerima untuk mengikuti proses tersebut dengan tenang.

Perubahan kebijakan SNBT 2026 dan KIP Kuliah 2026 mencerminkan upaya pemerintah untuk menyesuaikan sistem pendidikan tinggi dengan kebutuhan peserta. Dengan alokasi kuota yang fleksibel dan verifikasi KIP yang ketat, diharapkan proses seleksi menjadi lebih adil dan transparan.

SNBT 2026SNBPUTBKKIP KuliahKuotaVerifikasiPendaftaran

Komentar

Memuat komentar...