SNBT 2026: SNPMB Tegaskan Tidak Ada Kecurangan, Transparansi
Gambar atau konten salah?
Prof Dr Ir Eduart Wolok, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, mengungkapkan bahwa beberapa rektor perguruan tinggi negeri (PTN) sempat bingung ketika anak mereka tidak lulus Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK) SNBT 2026. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kecurangan dalam proses penilaian UTBK.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja (RDP Panja) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru bersama Komisi X DPR RI, yang disiarkan melalui YouTube TVR Parlemen, Eduart mengatakan, “Bahkan Ibu Bapak saya ingin sampaikan, ketua penanggung jawab soal itu memiliki dua putra yang ikut SNBT dan alhamdulillah dua-duanya tidak lulus, padahal soalnya ada di rumahnya.”
Ia menambahkan, “Bahkan kemarin, terus terang, beberapa rektor sempat galau ketika penetapan anak mereka tidak lulus. Ketika dikonsultasikan, saya jawab secara peraturan memang tidak dimungkinkan.”
Eduart juga mengingatkan pada konferensi pers Hasil SNBT yang digelar secara hybrid pada 25 Mei 2026. Ia menegaskan, “Kami pastikan pelaksanaan seleksi ini berlangsung dengan akuntabel dan penuh integritas. Buktinya apa?”
Ia melanjutkan, “Kalau ada buktinya, apa akuntabel dan berintegritas, banyak terdapat anak para rektor‑pimpinan PTN yang tidak lulus SNBT. Padahal yang menetapkan kelulusan adalah para rektor.”
Proses penilaian dalam SNBT melibatkan beberapa tahapan. Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) akan memvalidasi ulang jawaban per soal, melakukan scoring, dan kemudian melakukan pembobotan. Pada tahap scoring, tim yang memeriksa tidak mengetahui nama dan nomor peserta yang sedang di-scoring. Begitu juga pada saat pembobotan, prosesnya dilakukan oleh tim yang berbeda.
“Yang pasti skornya sekian, baru kemudian akan cocokkan ke tim untuk pembobotan,” jelas Eduart. “Dan ketika melakukan pembobotan berdasarkan ranking itu oleh tim yang berbeda,” tambahnya.
Dengan penjelasan ini, Eduart menegaskan kembali komitmen SNPMB 2026 terhadap transparansi dan integritas. Ia menekankan bahwa keputusan kelulusan tetap berada di tangan rektor, sementara proses penilaian dijaga kerahasiaannya. Hal ini menunjukkan bahwa sistem seleksi tetap beroperasi sesuai prosedur tanpa adanya pengaruh eksternal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
