Soda Diet Sembuhkan Gumpalan Makanan di Lambung Akibat Obat

Eko P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Soda Diet Sembuhkan Gumpalan Makanan di Lambung Akibat Obat

Gambar atau konten salah?

Seorang wanita lanjut usia di Massachusetts, Amerika Serikat, mengalami kondisi medis yang tidak biasa. Ia memiliki gumpalan makanan besar di lambungnya, yang dikenal sebagai bezoar. Yang menarik, minuman bersoda justru membantu melarutkan gumpalan tersebut.

Wanita itu awalnya datang ke dokter karena merasakan nyeri seperti terbakar di perut bagian atas dan sisi kanan tubuhnya. Keluhan ini sudah berlangsung selama sekitar satu bulan. Ia sempat mencoba dua obat dari apotek untuk mengatasi refluks asam lambung, tetapi tidak ada perubahan.

Tim dokter melaporkan kasus ini dalam jurnal New England Journal of Medicine, seperti dikutip dari Oddity Central pada 10 Juli 2026. Pasien memiliki riwayat diabetes tipe 2 dan obesitas. Ia juga mengonsumsi semaglutide, obat yang termasuk golongan GLP-1 receptor agonist. Obat ini sejenis dengan Ozempic.

Dalam satu tahun terakhir, berat badannya turun sekitar 18 kilogram. Namun, penurunan berat badan ini semakin cepat dalam satu bulan terakhir. Hal ini membuat dokter curiga ada masalah pada sistem pencernaannya.

Obat golongan GLP-1 receptor agonist diketahui dapat memperlambat pengosongan lambung. Akibatnya, makanan lebih lama berada di perut. Dalam beberapa kasus, makanan bisa menggumpal menjadi massa yang disebut gastric bezoar.

Setelah melakukan endoskopi, dokter memastikan ada massa besar di lambung pasien. Penggunaan obat penurun berat badan itu pun segera dihentikan.

Pada beberapa kasus, bezoar harus diangkat melalui operasi. Namun, dokter biasanya mencoba melarutkannya terlebih dahulu saat gumpalan masih berada di lambung. Dalam laporan tersebut, dokter menyebut pemberian minuman bersoda seperti cola dalam jumlah besar bisa menjadi salah satu pilihan pengobatan.

"Dari bukti yang dikumpulkan, sebagian besar dari rangkaian kasus dan pengalaman anekdotal, pemberian 3 liter minuman bersoda disarankan, baik diminum langsung maupun melalui selang nasogastrik, dalam waktu 12 jam," tulis para dokter.

Karena pasien memiliki riwayat diabetes, ia diberi Diet Coke. Namun, karena tidak menyukai minuman bersoda, jumlahnya dikurangi menjadi 1,5 liter per hari.

Pada hari kedua, pasien merasakan sensasi seperti tertarik di perut. Setelah itu, rasa mual dan tidak nyamannya hilang. Endoskopi lanjutan memastikan bezoar tersebut telah larut. Dalam kasus ini, minuman bersoda justru membantu menyembuhkan masalah kesehatan, bukan sebaliknya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa efek samping obat penurun berat badan bisa memicu masalah serius, tetapi dalam situasi tertentu, solusi sederhana seperti soda bisa menjadi jawaban. Namun, kasus seperti ini tetap jarang terjadi dan memerlukan penanganan medis yang tepat.

bezoarminuman bersodalambungobat penurun berat badanGLP-1 agonistendoskopikasus medis

Komentar

Memuat komentar...