Sonny Stevens: Dari Cedera ke Puncak Baru di Dewa United
Gambar atau konten salah?
Sonny Stevens berusia 33 tahun dan kini menjadi andalan di Dewa United. Setelah mengalami cedera di Belanda, ia hampir kehilangan karier sepak bola. Kini, ia sudah tampil 104 kali bersama Banten Warriors, mencetak satu gol dengan sundulan saat membantu tim menahan PSIS Semarang 1-1 di Super League musim lalu.
Perjalanan karier Stevens penuh naik turun. Ia memulai di akademi sepak bola FC Volendam dan berhasil menembus tim utama. Kemudian ia dipinang oleh FC Twente. Namun, dua pekan setelah bergabung, cedera bahu menghentikan debutnya. Kinerja menurun, dan ia pindah ke Go Ahead Eagles hanya menghabiskan satu musim.
Setelah itu, Stevens berganti ke Excelsior, lalu kembali sering cedera. Ia sempat bermain di SC Cambuur, ADO Den Haag, dan klub Yunani OFI Crete. Semua pengalaman itu menambah beban fisik dan mental, namun ia tetap berusaha bangkit.
Keputusan besar datang ketika Jan Olde Riekerink mengajak Stevens ke Indonesia. Di bawah asuhan pelatih tersebut, Stevens menunjukkan performa yang stabil. Ia sudah melewati hampir tiga musim di Dewa United dan menikmati setiap pertandingan.
“Dia tahu situasi saya. Dia menelepon saya dan bilang kira-kira seperti ini: hei, apakah kamu tertarik untuk datang ke Indonesia? Saya di Dewa United sekarang, kami punya pelatih asal Belanda, dan saya sangat ingin kamu ada di sini. Saya sempat berpikir sejenak: wah, itu berarti jaraknya dua belas ribu kilometer. Sangat berbeda jauh dibandingkan dengan penerbangan tiga jam ke Kreta. Saya ingin memikirkannya matang-matang selama beberapa waktu,” kata Stevens di Voetbal Primeur.
“Mungkin pasar Asia adalah sesuatu yang cocok untuk saya. Kami baru saja mengambil keputusan besar dan melihat ke mana hal itu membawa kami. Saya sudah berada di sini selama hampir tiga musim sekarang, jadi sejauh ini saya sangat menikmatinya,” tambahnya.
Pelatih kiper Sjoerd Woudenberg juga berperan penting. Ia mengajak Stevens untuk berkarier di Dewa United, menyesuaikan gaya bermain dan strategi klub. Dengan dukungan tersebut, Stevens berhasil mengatasi luka lama dan kembali bersinar di lapangan.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa tekad dan dukungan tepat dapat mengubah nasib seorang pemain. Meskipun perjalanan penuh tantangan, Stevens kini menunjukkan bahwa ia masih memiliki banyak potensi untuk berkontribusi di sepak bola Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
