Spalletti Takut Gattuso Penderita Kekecewaan Besar
Gambar atau konten salah?
Luciano Spalletti mengekspresikan rasa iba kepada mantan pelatih Gennaro Gattuso setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Spalletti, yang kini memimpin Juventus, tidak bisa membayangkan betapa beratnya situasi Gattuso ketika pertandingan berakhir.
Peristiwa tersebut terjadi pada final playoff kualifikasi Piala Dunia 2026, di mana Italia dan Bosnia berakhir 1-1 setelah waktu normal. Di adu penalti, Italia kalah 1-4, menutup peluang mereka untuk bertanding di turnamen dunia.
“Saya langsung memikirkan Gattuso saat laga selesai, membayangkan diri saya berada di posisinya. Sumpah, pasti sangat buruk,” ujarnya.
“Gattuso adalah pria yang baik, berkarakter, dan punya kualitas menjadi pelatih top. Saya tidak bisa merasakan apa yang Gattuso rasakan, dalam situasi sepanas itu…,” tambahnya.
Setelah pensiun dari jabatan pelatih timnas, Gattuso menilai sepakbola Italia menurun karena kurangnya talenta muda. Ia menyoroti betapa pentingnya memberi ruang bagi pemain muda di lapangan.
Spalletti menanggapi dengan menyebut contoh pertandingan Udinese vs Como, di mana dari 33 pemain di lapangan hanya dua yang berasal dari Italia. “Itu poin penting karena kami perlu melindungi talenta kami sendiri. Saya tidak ingin terlihat seperti memberi nasihat, tetapi jika kami sendiri tidak dapat mendukung pemain muda, maka siapa lagi,” paparnya. “Pemain muda di Italia hampir tidak pernah mendapatkan waktu bermain,” tutupnya.
Situasi ini menegaskan tantangan bagi sepakbola Italia: bagaimana menumbuhkan dan memanfaatkan bakat muda agar tidak terjebak dalam siklus kurangnya pemain berbakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
