Spanyol Kuat di Piala Dunia 2026, Llorente Peringatkan
Gambar atau konten salah?
Spanyol menegaskan posisi kuatnya di Piala Dunia 2026, menandai ambisi mereka untuk meraih gelar kedua setelah kemenangan pertama pada 01 Januari 2010. Pada saat itu, La Furia Roja memenangi turnamen di Afrika Selatan, sekaligus melanjutkan keberhasilan setelah menjuarai Piala Eropa 01 Januari 2008. Kini, setelah sukses di Euro 2024, Spanyol diprediksi menjadi kandidat juara serius.
Fernando Llorente, mantan bintang Athletic Bilbao dan Juventus, mengingatkan pemain muda seperti Lamine Yamal agar tidak meremehkan lawan. Ia menegaskan, “Saya menilai Spanyol favorit juara, mereka bermain dengan impresif. Saya mengharapkan mereka yang terbaik dan berpesan agar mereka jangan merasa mereka lebih baik daripada tim lain.”
Llorente menambahkan, “Di Afrika Selatan dulu, mereka membungkam kami di laga pertama. Tidak peduli seberapa hebat Anda menganggap diri Anda, pada akhirnya, ada banyak kesetaraan. Anda tidak boleh menganggap, Anda lebih baik daripada tim lain. Anda harus selalu memberikan segala‑laganya.”
Ia juga menyoroti tantangan yang akan dihadapi: “Tim apapun bisa memberi Anda masalah. Argentina, juara bertahan, Prancis yang punya sebuah tim luar biasa, Portugal yang memiliki tim yang menakjubkan, Belanda... Ada beberapa tim yang luar biasa bagus. Apapun bisa terjadi dalam satu pertandingan. Kita sudah melihatnya di Piala Dunia, siapapun bisa menyingkirkan kami.”
Llorente mengingatkan kembali pengalaman pahit Spanyol di fase gugur: “Kami kesulitan di babak 16 besar melawan Portugal, di perempatfinal melawan Paraguay... Hal serupa terjadi di semifinal melawan Jerman di mana kami memainkan pertandingan yang luar biasa dan hanya menang 1-0.”
Dengan 24 cap di tim nasional, Llorente menegaskan bahwa Spanyol harus tetap rendah hati. Ia menekankan, “Saya menilai Spanyol favorit juara, mereka bermain dengan impresif. Saya mengharapkan mereka yang terbaik.”
Kesimpulannya, Spanyol mengandalkan pengalaman, keteguhan, dan pengingat bahwa setiap pertandingan dapat mengubah nasib. Mereka berusaha menjaga sikap profesional sambil menyiapkan diri menghadapi lawan kuat di Piala Dunia 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
