Sterling di Feyenoord: Kebugaran Rendah, Peringkat Cadangan
Gambar atau konten salah?
Raheem Sterling berusia 31 tahun, kini melangkah ke liga Belanda. Setelah diasingkan oleh Chelsea, ia dipindahkan secara permanen ke Feyenoord dengan kontrak hanya enam bulan.
Di Belanda, Sterling belum menemukan ritme. Sejak kedatangannya pada 02 Februari 2024, ia telah tampil enam kali dan hanya menoreh satu assist. Pertandingan terakhirnya, 1–1 melawan NEC Nijmegen, menandai saat dia dicadangkan oleh pelatih Robin van Persie. Pelatih menilai pemain itu belum fit.
Berbagai pendapat menyebar di kalangan pengamat sepak bola Belanda. Mikos Gouka, koresponden Feyenoord, menyampaikan kepada Voetbalpraat bahwa Sterling “diturunkan karena kebugarannya dan disiplin taktisnya. Dia bermain bagus, tetapi ketika Anda perlu menciptakan peluang, dia bukanlah seorang pemain sayap kiri.”
Arno Vermeulen, jurnalis, mengemukakan bahwa Sterling sudah melewati masa jayanya. Ia menambahkan, “Keajaiban itu tidak terjadi. Dia tidak fit. Dia sudah melewati masa jayanya. Dia tidak bisa mengikuti ritme permainan. Meraih hasil juga berarti memutuskan bahwa Sterling tidak masuk dalam starting eleven.”
Jeroen Elshoff, komentator, menilai Sterling “sudah tidak bisa berlari.” Ia melanjutkan, “Selain melepaskan satu umpan terobosan yang indah, Sterling tidak berkontribusi apa-apa lagi. Dia tidak bisa berlari lagi. Anda harus berjuang, bekerja keras, dan bermain sepakbola yang disiplin, dan di levelnya, itu sama sekali tidak terjadi.” Elshoff menutup dengan, “Saya tidak berpikir Van Persie akan memasukkannya kembali ke starting line-up dalam waktu dekat.”
Penurunan performa Sterling bermula ketika ia bergabung dengan Chelsea pada 2022. Selama dua musim, ia kesulitan bersinar. Sebelum dilepas, ia juga dipinjamkan ke Arsenal, di mana ia hanya mencetak satu gol dari 28 laga pada musim 2024/2025.
Keputusan Feyenoord untuk menandatangani Sterling tampak lebih sebagai upaya terakhir. Meskipun ia pernah memenangkan empat gelar Premier League bersama Manchester City, saat ini ia belum mampu menyesuaikan diri dengan tempo liga Belanda. Para analis setuju bahwa ia masih berjuang untuk kembali ke puncak kariernya.
Dalam konteks ini, Sterling harus menunjukkan kebugaran dan disiplin yang lebih baik jika ingin kembali menjadi pemain kunci. Hanya waktu yang akan menilai apakah ia dapat menyesuaikan diri atau tetap berada di posisi cadangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
