STPN Buka Seleksi Penerimaan Taruna Baru 25 Mei 2026
Gambar atau konten salah?
Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) akan membuka Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) pada 25 Mei 2026. Pendaftaran dan pembayaran biaya mulai 25 Mei – 18 Juni 2026, sementara pengumuman hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 24 Juni 2026.
STPN adalah perguruan tinggi kedinasan yang berada di Yogyakarta. Lembaga ini dikelola oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan dirancang untuk mahasiswa yang berminat di bidang pertanahan, notariat, dan kebijakan tanah.
Program studi yang ditawarkan pada tahun 2026 meliputi:
- D4 Pertanahan
- D4 Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah
- D4 Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan
- D4 Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan
Setelah lulus, para mahasiswa memiliki peluang kerja yang beragam. Mereka dapat mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di ATR/BPN, kementerian lain, atau pemerintah daerah. Selain itu, lulusan dapat membuka atau bergabung dengan Kantor Jasa Surveyor Berlisensi (KJSB), bekerja di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), kantor notaris, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), atau perusahaan survei pemetaan, properti, dan perkebunan.
Pengumuman hasil seleksi CBT dijadwalkan pada 9 Juli 2026, dengan pelaksanaan tes kesehatan, kebugaran, dan wawancara pada 13‑15 Juli 2026. Hasil kelulusan resmi akan diumumkan pada 22 Juli 2026, dan pendaftaran ulang akan dibuka pada 23 Juli 2026.
Calon pendaftar dapat memantau perkembangan dan informasi lengkap melalui situs resmi SPTB STPN. Semua syarat dan ketentuan akan diumumkan bersamaan dengan pembukaan pendaftaran.
Dengan jadwal yang terstruktur, Politeknik Agraria STPN memberi peluang bagi calon mahasiswa untuk memulai karier di sektor pertanahan dan kebijakan tanah, menyiapkan mereka untuk berbagai peran profesional di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
