Tavares: Kompetisi Resmi Minim, Persebaya Butuh Liga Tambah
Gambar atau konten salah?
Persebaya Surabaya pelatih Bernardo Tavares, asal Portugal, mengungkapkan keheranannya atas minimnya kompetisi resmi di sepak bola Indonesia. Ia menilai tidak normal bila satu musim hanya menampilkan satu acara liga.
Pernyataan ini muncul saat Tavares menanggapi kemungkinan hadirnya kompetisi tambahan yang sedang dibicarakan oleh operator liga, I League. Menurutnya, pemain, pelatih, bahkan suporter membutuhkan lebih banyak pertandingan kompetitif sepanjang musim.
“Saya pikir semua pemain, pelatih, dan juga suporter membutuhkan lebih banyak kompetisi,” ujarnya pada Senin 25 Mei 2026. Ia mencontohkan bahwa format saat ini hanya memberi satu tim kebahagiaan juara, sementara tiga tim lainnya harus menerima kenyataan degradasi. “Sekarang hanya ada satu kompetisi. Satu tim jadi juara dan tiga tim degradasi. Jadi hanya ada satu tim yang bahagia dan tiga tim lainnya drama,” tambahnya.
Tavares juga mempertanyakan mengapa Indonesia belum memiliki lebih banyak turnamen resmi seperti di negara lain. Ia menyebut kompetisi seperti League Cup, Piala Presiden, hingga Piala Indonesia seharusnya bisa kembali digelar secara rutin. “Kenapa tidak ada League Cup, Piala Presiden, atau Piala Indonesia? Kalau melihat negara lain, tidak normal hanya punya satu kompetisi,” imbuhnya.
Berusia 46 tahun, pelatih tersebut masih menunggu kepastian resmi terkait rencana penambahan kompetisi di sepak bola Indonesia musim depan. Ia menilai langkah tersebut penting agar liga nasional tidak hanya berfokus pada perebutan gelar juara dan drama degradasi.
Keseluruhan, Tavares menyoroti perlunya lebih banyak pertandingan kompetitif agar semua pihak di sepak bola Indonesia dapat merasakan dinamika yang lebih seimbang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
