Teja Paku Alam: Clean Sheet Tertinggi, Tak Nominasi kiper
Gambar atau konten salah?
Teja Paku Alam menempati posisi kiper dengan catatan clean sheet terbanyak di Super League musim 2025/2026. Meski demikian, ia tidak masuk nominasi Best Goalkeeper musim ini.
Dalam daftar nominasi yang diumumkan oleh I.League, hanya tiga nama yang terpilih untuk kategori Best Goalkeeper:
- Nadeo Argawinata (Borneo FC Samarinda)
- Igor Rodrigues (Persita Tangerang)
- Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)
Statistik menunjukkan Teja lebih unggul dalam hal clean sheet. Ia mencatat 17 clean sheet dari 30 pertandingan. Dibandingkan dengan:
- Nadeo Argawinata – 12 clean sheet
- Cahya Supriadi – 9 clean sheet
- Igor Rodrigues – 8 clean sheet
Keberhasilan Persib Bandung terlihat juga dari kebobolan 22 gol sepanjang musim, angka terbaik di liga. Sebagai perbandingan:
- Persija Jakarta – 29 gol
- Borneo FC Samarinda – 30 gol
- Persita Tangerang – 34 gol
Alasan Teja tidak masuk nominasi terletak pada jumlah penyelamatan. Statistik saves menjadi indikator utama penilaian I.League untuk kategori kiper terbaik. Nadeo memimpin daftar penyelamatan dengan 130 saves dari 33 laga. Cahya Supriadi dan Igor Rodrigues masing-masing mencatat 103 saves. Sedangkan Teja hanya mencatat 65 saves dari 30 pertandingan, setengah dari jumlah Nadeo.
Data ini menunjukkan bahwa clean sheet tidak selalu menjadi tolok ukur utama performa kiper. Kiper tim dengan pertahanan kuat biasanya menghadapi lebih sedikit ancaman, sehingga jumlah penyelamatan lebih sedikit. Sebaliknya, kiper tim dengan lini belakang rapuh harus bekerja lebih keras, sehingga jumlah penyelamatan menjadi refleksi kontribusi langsung dalam menyelamatkan tim dari kebobolan.
Berikut daftar penyelamatan terbanyak di Super League musim 2025/2026:
- Nadeo Argawinata – 130 saves (33 laga)
- Mike Hauptmeijer – 103 saves (33 laga)
- Cahya Supriadi – 103 saves (33 laga)
- Igor Rodrigues – 103 saves (32 laga)
- Sonny Stevens – 101 saves (33 laga)
- Teja Paku Alam – 65 saves (30 laga)
Secara keseluruhan, performa Teja Paku Alam menonjol dalam hal kebobolan, namun kurangnya jumlah penyelamatan membuatnya tidak terpilih sebagai kiper terbaik. Ini menegaskan bahwa evaluasi kiper melibatkan lebih dari sekadar catatan kebobolan, melainkan juga kontribusi langsung di lapangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
