Temu Kangen Diaspora Nganjuk 2026: Bupati Sambut Mudik
Gambar atau konten salah?
Temu Kangen Diaspora Nganjuk 2026 digelar di Pendopo KRT Sosro Koesoemo pada malam 22 Maret 2026 saat Idul Fitri 1447 Hijriah. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro menjadi tuan rumah, sambil menyambut para perantau yang kembali mudik ke kampung halaman.
Acara ini dirancang sebagai ajang silaturahmi bagi para diaspora Nganjuk, yakni orang-orang yang berasal dari Kabupaten Nganjuk namun kini sukses berkiprah di kota besar. Mereka datang dari berbagai latar belakang profesi, menambah warna kebersamaan di tengah libur Lebaran.
Dengan tema Nganjuk Ngangeni, Tansah Ana Ing Ati, yang berarti “Nganjuk yang selalu membuat rindu dan selalu ada hati”, lebih dari 200 diaspora hadir. Mereka datang dari Paguyuban Sarujuk (Sadulur Nganjuk) di Kalimantan, Komunitas warga Nganjuk di Bali, Paguyuban Nganjuk di Jakarta, serta kota-kota lain di Indonesia.
Acara juga dihadiri oleh Forkopimda Nganjuk, jajaran Kepala OPD Pemkab Nganjuk, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan undangan lainnya. Semua pihak bersatu untuk mempererat hubungan dan berbagi ide demi kemajuan daerah.
Di hadapan para diaspora, Bupati Marhaen memaparkan berbagai prestasi dan potensi daerah. Ia menyoroti pengembangan Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kawasan Industri Nganjuk (KING), pembangunan jalan, serta keberhasilan percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia juga menegaskan komitmennya terhadap birokrasi bersih, transparan, dan bebas korupsi.
“Kami berkomitmen nol rupiah. Pengangkatan ASN/PPPK dan pelantikan jabatan tidak dipungut biaya sepeser pun,” ujar Bupati Marhaen pada acara tersebut.
Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, mewakili para diaspora Nganjuk, mengungkapkan rasa terkesan dengan acara ini. “Ini jadi penawar rindu kampung halaman. Saya sejak kuliah sudah merantau ke Jakarta, hingga saat ini menjadi Staf Khusus di Kemendikdasmen. Tapi hati saya tetap untuk Nganjuk,” ujarnya.
Didik menambahkan, “Mudik bukan sekadar ritual tahunan. Melainkan, bisa menjadi momentum bagi para diaspora Nganjuk untuk lebih berkontribusi pada kampung halamannya. Ini momentum bagi kami untuk melihat kembali apa yang bisa kami berikan untuk Nganjuk. Potensi diaspora kita sangat besar, mulai dari jenderal, akademisi, hingga pengusaha.”
Acara ini menegaskan bahwa kembali ke kampung halaman tidak hanya soal nostalgia, tetapi juga tentang berbagi pengetahuan, keahlian, dan sumber daya untuk memajukan Kabupaten Nganjuk.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Berita Terbaru
Prabowo Tegaskan Ukuran Potongan Ayam di Program MBG
Operasi Patuh 2026: Penegakan Lalu Lintas Serempak Nasional
Prancis Jadi Negara dengan Pemain Terbanyak Piala Dunia 2026
Knicks Kalahkan Spurs 105-95, Brunson 30 Poin di Frost
Sony Beri 3 Game PS4/PS5 Gratis untuk Anggota PS Plus
Kucing Terapi Pinecone Jadi Asisten Guru Seni Rhode Island
Pemerintah, DPR Setujui UU P2SK, Reformasi Keuangan
