Thai Tea Raih Peringkat 9 di Minuman Terbaik TasteAtlas
Gambar atau konten salah?
Thai tea adalah minuman asal Thailand yang kini diakui secara global. Melalui platform TasteAtlas, minuman ini masuk dalam daftar minuman non‑alkohol terenak di dunia.
Perubahan posisi minuman ini diumumkan pada 30 April 2026 setelah TasteAtlas melakukan pembaharuan peringkat. Dalam daftar Minuman Non‑Alkohol Terbaik, Thai tea menempati peringkat ke‑9 dengan skor 4,3 berdasarkan ulasan dan preferensi pengguna.
Data yang dikumpulkan hingga tanggal tersebut menunjukkan total 20.982 penilaian, namun hanya 13.463 di antaranya yang dianggap valid atau sah.
Secara tradisional, Thai tea dibuat dari teh hitam pekat yang dicampur dengan susu kental manis atau susu evaporasi, gula, serta rempah seperti adas atau kapulaga. Minuman ini kemudian disajikan dengan es batu, menciptakan sensasi segar yang cocok untuk iklim tropis.
Di Thailand, Thai tea menjadi ikon kuliner. Bagi wisatawan, rasanya tak lengkap jika datang ke Thailand tanpa mencicipi Thai tea yang otentik. Penjualnya tersebar dari kedai sederhana kaki lima hingga kafe dan restoran mewah.
Dalam daftar global, Thai tea bersanding dengan minuman terkenal lainnya seperti lulada dari Kolombia, aguas frescas dari Meksiko, dan mango lassi dari India. Di tingkat regional, minuman ini menduduki posisi teratas dalam daftar Minuman Non‑Alkohol Terbaik di Asia Tenggara versi TasteAtlas, mengungguli kopi Vietnam dan teh tarik Malaysia.
Peningkatan popularitas Thai iced tea tak terlepas dari promosi melalui media sosial serta inovasi menu-menunya. Namun, di balik rasa nikmatnya, minuman ini dikenal memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Oleh karena itu, meski enak dinikmati, terutama ketika cuaca panas, sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.
Foto: Getty Images/Jobrestful dan Getty Images/dontree_m menampilkan keindahan minuman ini.
Secara keseluruhan, Thai tea telah melewati perjalanan panjang dari pasar lokal menjadi ikon kuliner internasional. Peringkat tinggi di TasteAtlas menegaskan daya tariknya di mata konsumen global, sekaligus mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam menikmati minuman manis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
