Tiket Piala Dunia 2026 Habis, Harga 8.680 USD
Gambar atau konten salah?
01 April 2026 menjadi hari pertama fase terakhir penjualan tiket Piala Dunia 2026 dibuka. Penjualan berlangsung hingga 19 Juli 2026, tanggal akhir turnamen.
Selama periode penjualan pada Desember hingga Februari 2026, FIFA telah menjual lebih dari satu juta tiket. Angka ini menunjukkan minat tinggi penggemar di seluruh dunia.
Di fase terakhir, sistem tiket beroperasi dengan prinsip siapa cepat dia dapat. Pembeli dapat memilih tempat duduk tertentu setelah 1 April. Setiap tiket yang dibeli langsung menampilkan lokasi tempat duduk yang dialokasikan.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan besarnya minat penggemar. Pada Januari lalu, Infantino menyebut permintaan tiket yang masuk setara dengan “1.000 tahun Piala Dunia dalam satu waktu”. Ia percaya semua 104 pertandingan pada edisi ini akan terjual habis.
Namun, kebijakan harga tiket menuai kritik. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menampakkan harga tiket mulai dari 140 USD (sekitar Rp 2,4 juta) untuk pertandingan babak penyisihan grup, hingga 8.680 USD (sekitar Rp 146 juta) untuk final. Harga bebas ini dianggap memberatkan penggemar.
Football Supporters Europe dan Euroconsumers mengajukan pengaduan resmi kepada Komisi Eropa. Mereka mengkhawatirkan harga tinggi dan penggunaan penetapan harga dinamis oleh FIFA, yang belum pernah diterapkan di Piala Dunia sebelumnya.
FIFA tetap menegaskan bahwa semua tiket akan terjual habis, sementara kritik tentang harga tinggi terus berlanjut. Situasi ini mencerminkan ketegangan antara permintaan tinggi dan kebijakan harga yang dianggap tidak seimbang bagi penggemar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
