Timnas Brunei Bangkit, Perbaiki Setelah Kalah 0-12 Lawan
Gambar atau konten salah?
Timnas Brunei Darussalam tidak terpuruk setelah mengakui kekalahan telak 0-12 melawan Australia di laga perdana AFF U-17 2026. Alih‑alih menyerah, mereka langsung memfokuskan energi pada pertandingan berikutnya.
Pelatih Brunei, Ali Mustafa, menilai perbedaan kualitas pemain menjadi penyebab utama hasil tersebut. Namun ia percaya masih ada hal yang dapat diperbaiki. “Jika melihat pertandingan pertama, sebenarnya permainan kami tidak sepenuhnya buruk. Namun kualitas pemain Australia memang sangat bagus. Apa pun kelemahan yang terlihat di laga ini akan kami perbaiki semaksimal mungkin,” ujarnya setelah pertandingan.
Mustafa menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan, terutama pada mentalitas dan kesalahan teknis. “Kami akan memanfaatkan potensi pemain yang ada, meningkatkan mentalitas, dan memperbaiki kesalahan yang kami buat di pertandingan pertama,” lanjutnya.
Dari sisi pemain, kekalahan besar tersebut tidak membuat semangat tim runtuh. Ilyas Ilyasa Yahya memastikan semua pemain tetap bersemangat untuk bangkit. “Kami tidak terpukul. Tentu kami kecewa karena kalah, tetapi kami akan berusaha sebaik mungkin untuk ke depannya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti perbedaan pengalaman sebagai kendala utama. “Mereka sudah bermain bersama selama beberapa tahun, sementara kami baru bersama beberapa bulan,” tutupnya.
Dengan sikap positif, Brunei menyiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya, berusaha menyesuaikan strategi dan memperkuat mental pemain demi perbaikan hasil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
