Timnas Inggris Sempat Gagal Tanpa Kane di Persahabatan 2026
Gambar atau konten salah?
Timnas Inggris memulai persiapan menuju Piala Dunia 2026 dengan dua pertandingan persahabatan di akhir Maret. Mereka bertemu Uruguay dan Jepang, namun tidak ada Harry Kane di skuad.
Hasilnya tidak memuaskan. Pertandingan pertama berakhir 1-1 dengan Uruguay, sementara yang kedua 0-1 kalah dari Jepang. Tanpa penyerang utama, tim tampak kurang agresif.
Pelatih Thomas Tuchel menjelaskan ketidakhadiran Kane karena cedera pergelangan kaki. Ia tidak memanggilnya ke pertandingan.
“Tanpa Kane, kami tidak bisa memberikan ancaman yang sama. Hal itu juga berlaku untuk Bayern Munich,” ujar Tuchel.
Di 10 laga terakhir, Kane mencetak 10 gol dan selalu membawa tim ke kemenangan. Ia juga dianggap pemimpin di lapangan.
“Kami kehilangan Kane bukan hanya sebagai pemain tapi sebagai sosok pemimpin. Kami seharusnya bisa dan harus menang tanpanya, tetapi jauh lebih mudah jika dia hadir bersama kami,” tambah Tuchel.
Keputusan ini menyoroti betapa pentingnya peran Kane bagi strategi dan semangat juang Timnas Inggris. Tanpa dia, tim tampak kurang menggigit dan kehilangan tekanan ofensif yang biasa mereka miliki.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
