Tottenham Putus Hubungan dengan Pelatih Tudor Setelah 44 Hari
Gambar atau konten salah?
Tottenham Hotspur memutuskan untuk memisahkan diri dari pelatihnya, Igor Tudor, pada 29 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah hanya 44 hari Tudor memimpin tim. Kedua belah pihak sepakat mengakhiri kerja sama.
Keputusan tersebut muncul setelah kekalahan 0-3 melawan Nottingham Forest pada Minggu pekan lalu. Selain itu, klub juga ingin memberi Tudor waktu untuk berduka setelah ayahnya meninggal pada akhir bulan ini.
Berita terbaru menyebut bahwa Tottenham sedang mempertimbangkan Roberto De Zerbi sebagai pengganti. De Zerbi, yang berusia 46 tahun, baru saja meninggalkan Marseille pada Februari lalu. Ia belum menutup kemungkinan menjadi pelatih tetap, namun ingin menunggu hingga akhir musim untuk menilai apakah Tottenham masih bertahan di Premier League.
Keputusan ini penting karena Tottenham berada di peringkat ke-17 klasemen Inggris, hanya satu poin di atas zona degradasi. Situasi ini menambah tekanan bagi klub untuk menemukan pemimpin baru yang dapat membawa tim keluar dari zona berbahaya.
Selain De Zerbi, kabar lain menyebut bahwa klub juga mempertimbangkan Sean Dyche untuk periode singkat. Dyche, yang dipecat dari Nottingham Forest pada Februari, menginginkan kontrak minimal 18 bulan. Hal ini bisa menjadi kendala bagi Tottenham jika mereka ingin menandatangani Dyche.
Dengan situasi yang menegangkan, Tottenham Hotspur kini berada di persimpangan penting. Pilihan manajer baru akan memengaruhi nasib klub di musim yang tersisa, baik dalam upaya mempertahankan posisi di Premier League maupun mempersiapkan masa depan kompetisi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
