Tuchel: Inggris Butuh Kane, Tanpa Dia Kalah 0-1 vs Jepang
Gambar atau konten salah?
Thomas Tuchel mengakui bahwa Inggris mengalami kesulitan bila tidak ada Harry Kane. Menurutnya, Kane penting bagi Inggris setara dengan Lionel Messi bagi Argentina.
Hari Rabu, 01 April 2026, Kane tidak tampil ketika England menghadapi Jepang dalam pertandingan percobaan di Stadion Wembley. Tim Inggris kalah 0-1. Kane tidak dipanggil karena cedera ringan yang didapat selama sesi latihan.
Untuk mengisi posisi depan, Tuchel mencoba memutar Phil Foden, Cole Palmer, Morgan Rogers dan Anthony Gordon. Eksperimen ini tidak menghasilkan kreativitas yang diharapkan.
Ketika ditanya apakah Inggris di Piala Dunia 2026 akan terlalu bergantung pada Kane, Tuchel menjawab, “Kenapa tidak Argentina mengandalkan Messi atau Portugal dengan Ronaldo?”
Ia menambahkan, “Bayern Munich tanpa Harry Kane tidak punya ancaman yang sama, tidak ada tim di dunia yang punya ancaman yang sama. Kalau tim-tim top mengandalkan pemain-pemain top dan negara-negara top mengandalkan pemain top, itu wajar banget.”
Tuchel juga menyatakan, “Harry absen, jadi kami tidak hanya kehilangan dia sebagai pemain, kami kehilangan dia sebagai seorang pribadi, selalu mengganggu kalau kaptennya meninggalkan latihan terakhir setelah 15 menit dan mundur dari skuad.”
Ia menegaskan, “Kami bisa menang tanpa Harry, kami akan menang tanpa Harry, kami pernah menang tanpa Harry. Lebih mudah menang bersama Harry.”
Kesimpulannya, kehadiran Kane masih menjadi faktor penting bagi performa Inggris, sementara pelatih asal Jerman menekankan bahwa tim terbaik biasanya mengandalkan pemain terbaik mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
