UEA Berhenti Ujian Internasional, Pindah Online Kini

Maya K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 29 dibaca
Bisik.id
UEA Berhenti Ujian Internasional, Pindah Online Kini

Gambar atau konten salah?

Konflik di Timur Tengah antara Israel-Amerika Serikat dan Iran memengaruhi sekolah di Uni Emirat Arab (UEA). Sejak kejadian tersebut, pemerintah UEA memutuskan untuk menghentikan ujian berskala internasional seperti IGCSE, A Level, dan ujian akhir IB.

Ujian-ujian tersebut dibatalkan, lalu diaktifkan kembali pada 20 April 2026. Namun, pada 4 Mei 2026, semua wilayah UEA diberi peringatan darurat untuk kembali ke sistem pembelajaran jarak jauh. Pemberitahuan ini menandai perubahan drastis dalam cara siswa mengerjakan ujian akhir.

Minggu lalu (1 Mei 2026), ujian ini masih dilakukan di kampus. Namun, dengan peralihan ke pembelajaran jarak jauh, sekarang semuanya diadakan secara daring,” kata Arfarz Iqbal, salah satu orang tua siswa kelas 11 pada Jumat (8 Mei 2026), dikutip dari laman Khaleej Times Rabu (3 Juni 2026).

Ujian online menuntut pengawasan digital yang ketat. Setiap siswa harus menjaga kamera tetap menyala dan diarahkan sedemikian rupa agar wajah, tangan, serta lembar kerja mereka terlihat jelas. Guru dapat memeriksa kondisi ruangan secara mendadak melalui laptop, dan seluruh sesi direkam. Siswa tidak diperbolehkan menyimpan ponsel apa pun selama ujian berlangsung.

Di Nord Anglia International School Dubai, Maggie Perkins, Wakil Kepala Sekolah Menengah, menekankan pentingnya integritas ujian. Exam.net menjadi platform utama karena staf dan siswa sudah terbiasa. “Memastikan integritas ujian dalam pengaturan jarak jauh telah menjadi prioritas utama kami. Hal ini didukung oleh kebijakan penilaian daring yang kuat sehingga kami dapat meminimalkan kecurangan dan menjaga kepercayaan terhadap hasil yang dikirimkan ke dewan ujian eksternal,” jelas Perkins.

Begitu pula di The Apple International School, Dr Jinto Sebastian menambahkan bahwa sistem yang terstruktur sangat penting untuk menjaga standar pendidikan. Ia menegaskan bahwa transisi ke penilaian jarak jauh memerlukan penyelarasan segera melalui perencanaan kolaboratif dan komunikasi yang jelas dengan semua pemangku kepentingan.

Di sisi rumah, para orang tua menghadapi tantangan tersendiri. Maria Santos, warga negara Filipina, menjelaskan bahwa menjaga suasana rumah tetap tenang selama ujian tidak mudah. “Ujian sekarang berpindah secara daring dan siswa harus tetap menyalakan kamera sepanjang waktu. Namun, dengan semua orang berada di rumah, menjaga lingkungan yang tenang selama ujian bisa menjadi sulit pada waktu-waktu tertentu,” ungkap Maria. Selain gangguan suara, siswa juga harus segera memindai hasil pekerjaan mereka dan mengunggah lembar jawaban ke sistem sekolah dalam waktu terbatas.

Meski terdapat kendala kecil, Maria menilai sistem yang ada saat ini memberikan rasa kesinambungan bagi siswa di tengah masa yang penuh ketidakpastian. Sementara itu, sekolah menegaskan bahwa menjaga kredibilitas ujian dalam pengaturan jarak jauh tetap menjadi fokus utama, dengan dukungan kebijakan penilaian daring yang kuat dan teknologi yang sudah teruji. Kesiapan sistem dan dukungan orang tua menjadi kunci dalam menavigasi ujian akhir di era konflik dan pembelajaran jarak jauh.

Konflik Timur TengahUEAUjian onlinePembelajaran jarak jauhIntegritas ujianKebijakan penilaian daringPeringatan darurat

Komentar

Memuat komentar...