UGM Dorong Mahasiswa Menguasai Literasi Keuangan Program
Gambar atau konten salah?
Rektor Universitas Gadjah Mada, Ova Emilia, mengungkapkan bahwa sekitar 75% mahasiswanya menerima bantuan pendidikan. Ia mencontohkan lewat program Sahabat UGM bahwa ada belasan ribu mahasiswa yang terjangkau bantuan. “Pada 2025 sebagai contoh, Sahabat UGM berhasil menjangkau 19.232 penerima manfaat,” jelasnya. “Dan di pertengahan tahun 2026 ini, 11.380 penerima manfaat,” tambahnya.
Ova juga menyinggung literasi keuangan. Menurutnya, literasi keuangan bukan sekadar memahami tabungan, investasi, kredit, atau asuransi. Ia menegaskan bahwa pemahaman risiko atas suatu akses keuangan juga penting. “Di universitas banyak kejadian-kejadian mahasiswa, adik-adik terjebak dalam situasi yang menyulitkan,” ungkapnya. Ia berharap mahasiswa dan pelajar tidak hanya menjadi pengguna produk keuangan, tapi juga bisa menjadi inovator wirausaha.
Ia menilai Yogyakarta telah menjadi hub ekonomi, kreatif, dan digital. Pendidikan tinggi di Jogja, menurutnya, merupakan tulang punggung penggerak ekonomi lokal.
Di dalam kampus, UGM mengadakan seminar dan workshop literasi keuangan bagi sivitas akademika, mulai dari mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga dosen. Literasi keuangan di UGM dilakukan dengan kerja sama berbagai mitra.
Secara keseluruhan, upaya UGM menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan dan pengembangan keterampilan finansial mahasiswa, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di Jogja.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
